ATR/BPN Gandeng Taruna STPN Percepat Restorasi Arsip Pertanahan Pascabencana di Aceh Tamiang

oleh -0 Dilihat
oleh
WhatsAppImage2026 02 11at14.56.51
ATR/BPN Libatkan Taruna STPN Pulihkan Arsip Pertanahan Pascabencana di Aceh Tamiang

mediasulsel.id – MEDAN — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggandeng taruna dan taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk mempercepat restorasi arsip pertanahan pascabencana di Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan dokumen negara sekaligus memastikan pelayanan pertanahan tetap berjalan tertib dan akuntabel.

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, mengatakan dukungan tersebut diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan–Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) yang melibatkan 30 taruna STPN.

“Ketika membantu merestorasi arsip pascabencana, sejatinya para taruna ikut menjaga ingatan negara dan memastikan pelayanan pertanahan tetap berjalan baik, tertib, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Awaludin saat menyambut para taruna di Aula Adhiguna, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Medan, Selasa (10/2/2026).

Awaludin yang mewakili Sekretaris Jenderal ATR/BPN menambahkan, proses restorasi akan dilakukan dengan lokasi kerja sementara di Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh. Ia menargetkan pemulihan arsip terdampak bencana dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.

Menurutnya, arsip pertanahan bukan sekadar kumpulan dokumen, melainkan memuat nilai sejarah, hak, serta aspek keadilan bagi masyarakat. Melalui program ini, taruna STPN akan membantu pemulihan arsip sepanjang kurang lebih 780,6 meter linier.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan Sumatera Utara. Selain restorasi arsip, pihaknya juga berencana melaksanakan sensus pertanahan dengan melibatkan masyarakat untuk menghimpun kembali arsip yang tidak dapat diselamatkan serta melakukan verifikasi fisik bidang tanah.

“Kami berharap keterlibatan taruna STPN dapat mempercepat proses pemulihan data pertanahan sekaligus memperkuat kepastian hukum bagi masyarakat,” kata Arinaldi.

Kepala Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, Sri Pranoto, menyatakan komitmennya untuk mendampingi para taruna selama menjalankan tugas. Pendampingan akan mencakup pembimbingan teknis, penyediaan ruang praktik, hingga dukungan operasional agar program berjalan optimal.

“Kami memastikan para taruna memperoleh pengalaman praktik yang berkualitas selama bertugas di wilayah Sumatera Utara dan Aceh,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STPN Sri Yanti Achmad menyerahkan bantuan dua unit alat ukur berupa Total Station dan satu set Real-Time Kinematic Global Navigation Satellite System (RTK-GNSS) kepada Kanwil BPN Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pengukuran serta pemulihan data pertanahan di wilayah terdampak bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito, Kepala Kantor Pertanahan Kota Langsa Dedi Rahmat Sukarya, sejumlah pejabat administrator Kanwil BPN Sumatera Utara, serta para kepala kantor pertanahan kabupaten/kota se-Sumatera Utara.