mediasulsel.id – Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan dukungannya terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di bidang ketahanan energi melalui penyediaan lahan serta dukungan tata ruang.
Hal tersebut disampaikan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi Terbarukan dan Konversi Kendaraan Listrik yang digelar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Nusron mengatakan, dukungan tersebut diberikan melalui pelayanan pertanahan dan tata ruang guna mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional.
“Untuk menyukseskan program ini, kami memberikan dukungan melalui pelayanan pertanahan dan tata ruang. Dari sisi pelayanan pertanahan, kami menyiapkan potensi lahan yang bersumber dari Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang tidak diperpanjang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara nasional terdapat potensi lahan sekitar 849.000 hektare yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketahanan energi. Sementara di wilayah Pulau Jawa diperkirakan tersedia sekitar 50.000 hingga 60.000 hektare lahan.
Saat ini Kementerian ATR/BPN juga tengah melakukan pemetaan serta identifikasi lebih lanjut terhadap lokasi-lokasi lahan tersebut.
Selain penyediaan lahan, dukungan juga diberikan melalui aspek perizinan pemanfaatan ruang, salah satunya melalui penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai dasar dalam proses perizinan lainnya.
Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Nusron mengusulkan agar pengembangan energi dapat dimasukkan dalam skema Program Strategis Nasional (PSN) sehingga proses penyesuaian pemanfaatan ruang dan penyelesaian aspek pertanahan dapat berjalan lebih cepat.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut Presiden telah menginstruksikan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Energi merupakan salah satu faktor penting dalam geopolitik dan geoekonomi global. Karena itu, Bapak Presiden meminta kita mempercepat pemanfaatan potensi energi yang kita miliki agar Indonesia semakin mandiri,” ujar Bahlil.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Nusron turut didampingi Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana serta dihadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih.
