Cuaca Ekstrem, Wali Kota Munafri Siagakan Seluruh Jajaran, Warga Dipastikan Aman

oleh -10 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 2117383
unafri Warning Warga Makassar: Jangan Paksa Keluar Saat Cuaca Ekstrem

mediasulsel.id – MAKASSAR — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Makassar sejak dini hari, Selasa (24/2/2026), memicu banjir dan genangan di sejumlah titik. Pemerintah Kota Makassar pun bergerak cepat melakukan langkah antisipasi dan penanganan di lapangan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajaran—mulai kepala SKPD, camat, lurah hingga RT/RW—untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi dini menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke berbagai wilayah terdampak. Tim melakukan pemantauan, evakuasi warga yang membutuhkan, serta asesmen cepat untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan pihaknya telah mendirikan sejumlah posko siaga di titik rawan banjir.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami melalui TRC mendirikan posko dan melakukan evakuasi warga di beberapa lokasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, personel TRC telah disebar ke wilayah terdampak guna memastikan keselamatan warga. Selain evakuasi, petugas juga melakukan asesmen cepat untuk memetakan tingkat keparahan banjir dan kebutuhan mendesak masyarakat.

“Personel kami melakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan, asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

BPBD juga memperkuat koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait agar penanganan berjalan cepat dan terintegrasi. Sejumlah peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan turut disiagakan untuk mengantisipasi kenaikan debit air.

Berdasarkan laporan Posko BPBD pukul 06.10–07.00 WITA, beberapa wilayah terpantau mengalami genangan cukup tinggi. Di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter dan menggenangi permukiman warga.

Sementara di Kompleks Kodam III (Kotipa XVI–XII), Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, genangan berkisar 0–30 sentimeter dan sempat mengganggu akses kendaraan.

Genangan juga terpantau di Jalan Kecaping Raya Blok 8, Kecamatan Manggala, dengan ketinggian 0–20 sentimeter dan masih dapat dilalui kendaraan. Di Kelurahan Kapasa RW 6, air tercatat setinggi sekitar 30 sentimeter.

Adapun di Terowongan Rappokalling, genangan kurang lebih 40 sentimeter berada dalam pengawasan ketat petugas guna mengantisipasi kemacetan dan risiko keselamatan pengguna jalan.

Meski secara umum situasi dinilai aman dan terkendali, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, menghindari jalur tergenang tinggi, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.

“Ini bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Makassar untuk selalu hadir melindungi masyarakat dalam setiap kondisi kebencanaan,” tutup Fadli.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyebut genangan di Jalan Rappokalling Raya, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, mulai berangsur surut.

Pihaknya telah menurunkan dua kelompok Satgas Drainase yang fokus membersihkan sampah penyumbat saluran air.

“Begitu menerima laporan, kami langsung turunkan Satgas. Saat ini mereka fokus membersihkan sampah yang menghambat aliran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tumpukan sampah yang terbawa arus hujan deras menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya aliran air di kawasan tersebut. Setelah dilakukan pembersihan dan normalisasi, debit air mulai menurun.

“Alhamdulillah air sudah mulai surut. Kami tetap melakukan pemantauan hingga aliran benar-benar normal,” pungkasnya.