Harkitnas ke-118, ATR/BPN Tegaskan Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Era Digital

oleh -3 Dilihat
oleh
Harkitnas ke-118, ATRBPN Tegaskan Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Era Digital
Harkitnas ke-118, ATRBPN Tegaskan Pentingnya Jaga Tunas Bangsa di Era Digital. Doc ist.

Mediasulsel.id, Jakarta, Rabu, 20/05/2026 — Harkitnas ke-118 diperingati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui upacara di Jakarta dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Virgo Eresta Jaya, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid tentang pergeseran tantangan bangsa dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

ATR/BPN Gelar Upacara Harkitnas di Jakarta

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional atau ATR/BPN menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu, 20/05/2026.

Upacara tersebut diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang atau Dirjen SPPR, Virgo Eresta Jaya, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kegiatan itu, Virgo mengenakan seragam batik Korps Pegawai Republik Indonesia atau KORPRI, sama seperti peserta upacara lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Petugas upacara berasal dari Direktorat Jenderal SPPR.

Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pegawai dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP juga mengikuti upacara Harkitnas ke-118 di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, Virgo mengajak peserta upacara merefleksikan kembali semangat kebangkitan nasional yang bermula pada 1908.

“Tepat pada hari ini, 20 Mei 2026, kita kembali merefleksikan momentum fundamental, yaitu semangat 1908 yang menjadi tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” ujar Virgo Eresta Jaya, Dirjen SPPR Kementerian ATR/BPN, Rabu, 20/05/2026.

Peringatan Harkitnas tidak hanya menjadi seremoni tahunan.

Momentum ini digunakan untuk mengingatkan kembali pentingnya membangun bangsa melalui kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta kemampuan menjaga ruang informasi yang sehat.

Tema Harkitnas ke-118 tahun 2026 adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Tema ini menegaskan bahwa generasi muda merupakan fondasi masa depan Indonesia.

Dalam pesan yang dibacakan Virgo, perlindungan dan pembangunan generasi muda disebut sebagai bagian dari upaya menjaga kemandirian bangsa.

Semangat Harkitnas tahun ini juga dikaitkan dengan arah pembangunan nasional.

Pemerintah menempatkan Asta Cita sebagai kompas utama untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Kita harus meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai kompas utama yang harus dicapai bersama. Untuk itu, kita harus mampu mewujudkan misi tersebut agar menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat,” tutur Virgo saat membacakan sambutan Menkomdigi.

Dalam sambutan itu, sejumlah program strategis nasional turut disinggung sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Program tersebut mencakup makan bergizi gratis, pemerataan akses pendidikan, dan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Pesan ini menempatkan Harkitnas sebagai pengingat bahwa kebangkitan nasional pada masa kini tidak hanya diukur dari semangat persatuan.

Kebangkitan juga diukur dari kemampuan negara memastikan generasi muda tumbuh sehat, berpendidikan, terlindungi, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Kedaulatan Informasi Jadi Tantangan Baru Bangsa

Peringatan Harkitnas ke-118 menyoroti perubahan bentuk tantangan yang dihadapi Indonesia.

Jika pada masa lalu perjuangan banyak berkaitan dengan kedaulatan wilayah, maka tantangan masa kini bergerak pada kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Kedaulatan informasi berarti kemampuan bangsa menjaga ruang digital agar tidak mudah dipengaruhi disinformasi, manipulasi data, kekerasan digital, dan konten yang merusak tumbuh kembang generasi muda.

Dalam kehidupan sehari-hari, tantangan itu terasa melalui arus informasi yang sangat cepat.

Masyarakat, terutama anak dan remaja, berhadapan dengan konten digital dalam jumlah besar setiap hari.

Karena itu, perlindungan anak di ruang digital menjadi salah satu isu yang ditekankan pemerintah dalam peringatan Harkitnas 2026.

Pemerintah memperkuat perlindungan tersebut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen negara untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat, aman, dan sesuai dengan tumbuh kembang anak.

Perlindungan anak di ruang digital tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Keluarga, sekolah, komunitas, penyelenggara sistem elektronik, dan masyarakat juga memiliki peran untuk memastikan anak mendapat akses digital yang aman.

Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” karena itu memiliki pesan yang luas.

Menjaga tunas bangsa berarti memastikan generasi muda tidak hanya terlindungi secara fisik, tetapi juga terlindungi dari risiko ruang digital.

Risiko itu mencakup penyalahgunaan data pribadi, paparan konten berbahaya, perundungan siber, eksploitasi, dan penyebaran informasi palsu.

Bagi aparatur negara, pesan Harkitnas juga berkaitan dengan pelayanan publik.

Transformasi digital harus dijalankan dengan tata kelola yang baik, aman, dan berpihak kepada masyarakat.

Kementerian ATR/BPN sebagai lembaga yang mengelola layanan pertanahan dan tata ruang juga berada dalam arus transformasi tersebut.

Pelayanan publik yang semakin digital membutuhkan data yang akurat, sistem yang aman, dan pegawai yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Dalam upacara Harkitnas ke-118, pesan kedaulatan informasi menjadi pengingat bahwa kemajuan digital harus berjalan bersama perlindungan masyarakat.

Teknologi tidak cukup hanya mempercepat layanan.

Teknologi juga harus memperkuat kepercayaan publik, melindungi kelompok rentan, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan luas.

Ada beberapa pesan utama dari peringatan Harkitnas ke-118 di Kementerian ATR/BPN.

  • Semangat 1908 perlu diterjemahkan dalam perjuangan intelektual dan digital masa kini.
  • Generasi muda harus dilindungi sebagai fondasi masa depan bangsa.
  • Kedaulatan informasi menjadi bagian penting dari kedaulatan negara.
  • Transformasi digital harus dijalankan dengan tata kelola yang aman.
  • Program pembangunan SDM perlu menyentuh kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak.

Upacara Harkitnas di Kementerian ATR/BPN menjadi pengingat bahwa kebangkitan nasional tidak berhenti pada sejarah.

Semangat itu perlu diterjemahkan dalam kerja nyata aparatur negara, terutama melalui pelayanan publik yang lebih baik dan perlindungan generasi muda di era digital.

Peringatan Harkitnas ke-118 di Kementerian ATR/BPN menegaskan bahwa kedaulatan negara pada masa kini juga ditentukan oleh kualitas manusia dan keamanan ruang informasi.

Dengan menjaga tunas bangsa, pemerintah berharap Indonesia memiliki generasi yang lebih sehat, cerdas, terlindungi, dan siap melanjutkan arah pembangunan nasional.