Makassar Makin Rukun! Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di RI

oleh -4 Dilihat
oleh
18a93786 5ea0 4e5b 92b4 50689aeeba2f 2048x13651 1

mediasulsel.id – Makassar – Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Setelah sempat masuk nominasi kota toleran pada 2025, kini Makassar berhasil menembus 10 besar kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia untuk kategori kota berpenduduk di atas satu juta jiwa.

Peringkat tersebut dirilis oleh SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran (IKT) yang diumumkan di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar, Arifuddin Ahmad, mengapresiasi capaian ini. Ia menyebut, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, birokrasi, dan masyarakat.

“Capaian ini menunjukkan kolaborasi yang terbangun semakin kuat,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, kepemimpinan Wali Kota Makassar turut memberi arah kebijakan yang inklusif, didukung birokrasi yang konsisten serta masyarakat yang menjaga nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

FKUB, lanjutnya, terus memperkuat dialog lintas agama serta membangun komunikasi terbuka demi menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa pengukuran IKT telah dilakukan sejak 2015 di puluhan kota di Indonesia.

Menurutnya, studi ini bertujuan mengidentifikasi praktik terbaik dalam membangun kota yang toleran dan inklusif, baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat.

“Lompatan ini cukup tinggi dan menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam praktik toleransi di tingkat kota,” katanya.

Makassar sendiri menunjukkan peningkatan signifikan. Dari posisi ke-52 pada IKT 2024, naik drastis 43 peringkat hingga menembus posisi ke-9 nasional pada IKT 2025.

Dalam daftar tersebut, Makassar sejajar dengan kota besar lain seperti Semarang, Surabaya, Jakarta, Bandung, hingga Medan yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjaga kerukunan.

Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi dan menjadikan Makassar sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan keberagaman.