Manfaatkan Smartboard, SMP Negeri 29 Makassar Tingkatkan Kompetensi Guru

oleh -6 Dilihat
oleh
Screenshot2026 01 2411243
Pemanfaatan smartboard bantuan nasional Presiden Prabowo Subianto di SMP Negeri 29 Makassar.

mediasulsel.id – MAKASSAR – SMP Negeri 29 Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan Hari Belajar Guru yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu.

Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan yang kemudian diperkuat melalui edaran Dinas Pendidikan. Kepala SMP Negeri 29 Makassar, Abdul Latief, menjelaskan bahwa pelaksanaan Hari Belajar Guru sebenarnya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya, namun baru dapat direalisasikan di awal tahun ini.

“Program ini sudah kami rancang sebelumnya, hanya saja karena keterbatasan waktu dan ruang, baru bisa kami laksanakan secara optimal tahun ini,” ujarnya saat ditemui di Makassar.

Menurut Abdul Latief, pemilihan hari Sabtu sebagai Hari Belajar Guru dilakukan karena aktivitas belajar mengajar pada hari Senin hingga Jumat berlangsung penuh. SMP Negeri 29 Makassar menerapkan sistem dua sif, yakni kelas pagi dari pukul 07.15 hingga sekitar 12.30 Wita dan kelas siang hingga hampir pukul 17.30 Wita.

“Kondisi itu membuat kami tidak memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk mengumpulkan guru secara bersamaan. Karena itu, hari Sabtu menjadi pilihan paling memungkinkan,” jelasnya.

Pada pelaksanaan perdana Hari Belajar Guru, para pendidik difokuskan pada peningkatan kemampuan penggunaan smartboard atau Papan Informasi Merah Putih, perangkat pembelajaran digital yang merupakan bagian dari program nasional.

“Target kami satu sampai dua kali pertemuan, semua guru sudah lancar menggunakan smartboard. Nantinya bisa dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar, rapat guru, maupun kegiatan sekolah lainnya,” kata Abdul Latief.

Ia menambahkan, pihak sekolah sebelumnya juga telah menyediakan smartboard berukuran kecil di setiap kelas sebagai bagian dari upaya digitalisasi pembelajaran. Dengan dukungan perangkat tersebut, guru didorong untuk lebih inovatif dan kreatif agar suasana belajar menjadi lebih menarik bagi siswa.

“Guru tidak lagi bergantung pada LCD. Smartboard sudah terhubung langsung dengan laptop, suara juga bisa langsung keluar. Ini membuat pembelajaran lebih interaktif dan siswa tidak mudah bosan,” ujarnya.

Selain pelatihan teknologi, Hari Belajar Guru juga menjadi wadah pembelajaran mendalam, diskusi kendala pembelajaran di kelas, hingga penyusunan bank soal bersama. Ke depan, seluruh aktivitas tersebut akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan sebagai bagian dari inovasi sekolah.

“Kami ingin budaya belajar guru ini terus bergulir. Apa yang kami lakukan hari ini akan kami laporkan melalui sistem inovasi Dinas Pendidikan,” pungkas Abdul Latief.