Patroli Polsek Manggala Sasar Remaja Main Senjata Mainan, Dinilai Ganggu Ketertiban

oleh -2 Dilihat
oleh
Personel Polsek Manggala saat melakukan patroli dan memberikan pembinaan kepada sejumlah remaja yang kedapatan bermain senjata mainan di wilayah Manggala. Langkah ini dilakukan guna mencegah keresahan warga serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Personel Polsek Manggala saat melakukan patroli dan memberikan pembinaan kepada sejumlah remaja yang kedapatan bermain senjata mainan di wilayah Manggala. Langkah ini dilakukan guna mencegah keresahan warga serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

mediasulsel.id – Fenomena permainan tembak-tembakan menggunakan peluru jelly dan butiran plastik atau yang dikenal sebagai senjata mainan “omega” belakangan marak terjadi di wilayah Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Aktivitas yang dilakukan kelompok remaja hingga orang dewasa ini dinilai meresahkan warga serta pengguna jalan.

Menanggapi situasi tersebut, personel Polsek Manggala menggelar patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Dalam patroli itu, petugas membubarkan kelompok yang melakukan aksi saling serang menggunakan senjata mainan dan mengamankan sejumlah anak beserta barang bukti yang digunakan.

Aksi tembak-tembakan tersebut kerap berlangsung di jalan raya hingga mengganggu aktivitas pengendara. Para pemain bahkan diketahui berkelompok dan konvoi menggunakan sepeda motor sambil saling serang, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serta membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.

Kapolsek Manggala, Semuel To’Longan, SH., MH., M.Si., menegaskan pihaknya meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Manggala. Patroli dilakukan hingga menjelang waktu sahur dan setelah salat subuh guna mengantisipasi aktivitas yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.

menggunakan peluru jelly dan butiran plastik atau yang dikenal sebagai senjata mainan “omega” belakangan ini marak terjadi di wilayah Kecamatan Manggala, khususnya Kota Makassar. Aktivitas tersebut dilakukan oleh kelompok remaja hingga orang dewasa dan dinilai meresahkan masyarakat serta pengguna jalan.

Meski kerap dianggap tidak berbahaya karena hanya menggunakan peluru jelly, aktivitas ini tetap berpotensi mencelakai. Bermain di jalan raya dapat memicu kecelakaan lalu lintas, mengganggu pengendara, serta membahayakan warga di sekitar lokasi. Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya pengawasan lebih ketat serta peran orang tua dalam mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di area yang berisiko. (*)