Spanduk Ancaman Muncul di Jalan Bandang: “Lamuru Akan Lumpuh dan Terbakar Jika PKL Digusur”

oleh -3 Dilihat
oleh
Spanduk bernada penolakan terhadap rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) terpampang di kawasan Jalan Bandang, Makassar. Tulisan pada spanduk tersebut menyuarakan kekhawatiran bahwa Lamuru akan “lumpuh total dan terbakar” apabila terjadi penggusuran. Hingga kini, belum diketahui pihak yang memasang spanduk tersebut maupun tujuan pastinya.
Spanduk bernada penolakan terhadap rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) terpampang di kawasan Jalan Bandang, Makassar. Tulisan pada spanduk tersebut menyuarakan kekhawatiran bahwa Lamuru akan “lumpuh total dan terbakar” apabila terjadi penggusuran. Hingga kini, belum diketahui pihak yang memasang spanduk tersebut maupun tujuan pastinya.

mediasulsel.id – Makassar — Sebuah spanduk bernada penolakan terhadap rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) mendadak terpampang di sekitar Jalan Bandang, Kota Makassar. Tulisan pada spanduk tersebut berbunyi “Lamuru akan lumpuh total dan terbakar apabila digusur,” sehingga langsung menarik perhatian warga dan pengguna jalan.16/02/26

Belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk tersebut maupun maksud pasti dari pesan yang disampaikan. Hingga kini, tidak ada keterangan resmi terkait kelompok atau individu yang bertanggung jawab atas pemasangannya.

Spanduk itu diduga berkaitan dengan kekhawatiran para pedagang terhadap kebijakan penataan PKL yang tengah digencarkan Pemerintah Kota Makassar. Namun, belum ada konfirmasi apakah pesan tersebut benar mewakili aspirasi para pedagang di kawasan tersebut atau hanya ulah oknum tertentu.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa penataan PKL bukanlah bentuk penggusuran. Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi ruang publik agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar juga memastikan telah menyiapkan solusi bagi para pedagang melalui skema relokasi ke lokasi yang lebih representatif dan tertata, seperti sentra UMKM serta area tematik lainnya. Langkah ini diharapkan tetap menjaga keberlangsungan ekonomi pedagang tanpa mengabaikan ketertiban kota.

Meski demikian, kemunculan spanduk bernada provokatif ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi sekaligus memastikan situasi tetap kondusif agar tidak memicu keresahan.

Pantauan di lokasi menunjukkan spanduk tersebut menjadi perbincangan warga sekitar. Banyak pihak mengimbau agar segala bentuk aspirasi disampaikan melalui jalur dialog sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah upaya penataan kota.