Sulap Limbah Jadi Rupiah, UPT SD Inpres Layang Tua I Cetak Bibit Wirausaha Cilik Lewat ‘Market Day’

oleh -0 Dilihat
oleh
WhatsAppImage2026 05 10at07.21.02

mediasulsel.id – MAKASSAR — Ratusan siswa UPT SD Inpres Layang Tua I Makassar unjuk kebolehan dalam mengolah limbah menjadi karya bernilai ekonomis dan mempraktikkan perniagaan secara langsung. Hal ini terungkap dalam gelaran Pameran Daur Ulang dan Market Day yang memadati pelataran sekolah pada Sabtu (9/5/2026).

Pantauan di lokasi, suasana riuh dan antusiasme tinggi mewarnai area pameran. Berbagai stan yang didekorasi apik menjajakan aneka kuliner, makanan ringan, hingga hasil kerajinan tangan dari barang bekas kreasi para siswa. Para peserta didik tampak sibuk melayani pembeli layaknya pedagang profesional, sementara para orang tua, guru, dan warga sekolah turut hadir memberikan dukungan moril dan materiil dengan membeli produk-produk tersebut.

Kepala UPT SD Inpres Layang Tua I, Hj. Andi Wahyuni, S.Pd., M.Pd., membeberkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan atau pameran biasa, melainkan langkah taktis sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan nasional secara nyata.

“Kegiatan kolaborasi Pameran Daur Ulang dan Market Day ini adalah bentuk konkret penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan jantung dari Kurikulum Merdeka. Kita membongkar sekat-sekat teori di ruang kelas dan langsung menerjunkan anak-anak ke praktik lapangan,” tegas Andi Wahyuni di sela-sela peninjauan stan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa agenda ini dirancang secara komprehensif untuk menyasar dua kompetensi utama sekaligus. Pertama, pada sektor lingkungan, pameran daur ulang mengedukasi siswa tentang urgensi penanganan sampah dengan mengubah barang bekas menjadi benda fungsional bernilai seni.

Kedua, pada sektor literasi finansial, sesi Market Day memaksa siswa untuk mengasah nalar kewirausahaan (entrepreneurship), kejujuran, serta keterampilan komunikasi publik saat berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan para pembeli.

“Melalui proses jual beli ini, mental kemandirian anak-anak terbentuk sejak dini. Mereka belajar bagaimana memproduksi, memasarkan, hingga mengelola hasil penjualan,” tambahnya.

Keberhasilan eksekusi program inovatif ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, tenaga pendidik, dan komite orang tua siswa. Diharapkan, terobosan dari UPT SD Inpres Layang Tua I ini mampu menjadi katalisator bagi institusi pendidikan dasar lainnya di Kota Makassar untuk terus melahirkan generasi cerdas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan peduli terhadap ekosistem lingkungannya.