Target PAD Takalar 2026, Kepala Bapenda: “Saya Tidak Bisa Jawab

oleh -8 Dilihat
oleh
PAD Takalar Lampaui Target 2026, Kepala Bapenda Pilih Bungkam
PAD Takalar Lampaui Target 2026, Kepala Bapenda Pilih Bungkam

mediasulsel.id – TAKALAR — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar, Rusdi, enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait target dan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.

Saat ditemui reporter mediasulsel.id di kantornya pada 23 Februari 2026, Rusdi menolak diwawancarai dan hanya memberikan jawaban singkat.

“Saya sibuk, saya tidak bisa jawab,” ujarnya sambil bergegas meninggalkan lokasi.

Ia kembali menegaskan tidak bersedia memberikan komentar. “Sibuk pak, saya tidak mau diwawancarai,” tambahnya.

Reporter mediasulsel.id yang telah menunggu cukup lama tidak memperoleh penjelasan lebih lanjut. Rusdi juga menyebut dirinya sedang menerima tamu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saya lagi ada tamu dari BPK,” katanya singkat.

Di sisi lain, realisasi PAD Takalar sebelumnya menunjukkan tren positif dengan sejumlah sektor pajak melampaui target. PBJT hotel terealisasi 117,47 persen dan PBJT restoran mencapai 110,44 persen.

Pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga melampaui target, yakni Rp7,88 miliar dari target Rp7,3 miliar atau 108,08 persen. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tercatat Rp5,72 miliar dari target Rp5,34 miliar atau 107,19 persen.

Di sektor opsen, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 110,27 persen, sedangkan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi 102,21 persen.

Meski secara umum melampaui target, masih terdapat jenis pajak yang belum optimal, seperti Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang baru terealisasi Rp1,67 juta dari target Rp28 juta atau sekitar 5,97 persen.

Pemerintah Kabupaten Takalar sebelumnya menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan guna menjaga tren positif PAD ke depan.