mediasulsel.id – Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri penutupan Olympicad 8 (Olimpiade Ahmad Dahlan) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (14/2/2026). Ajang pendidikan berskala nasional tersebut turut dihadiri Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir serta ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Munafri—yang akrab disapa Appi—menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah. Menurut dia, penunjukan tersebut merupakan kehormatan sekaligus peluang strategis bagi daerah untuk memperkuat aktivitas ekonomi.
“Kami dari Pemerintah Kota Makassar menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Makassar sebagai tuan rumah. Dengan begitu banyak kota di Indonesia, Makassar menjadi pilihan. Ini tentu sangat positif bagi upaya meningkatkan roda perekonomian,” kata Munafri.
Ia menyoroti kehadiran hampir 9.000 peserta dan pendamping yang dinilai memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Hampir 9.000 orang datang ke Makassar. Artinya, ada perputaran uang yang bisa menghidupkan UMKM dan menambah penghasilan masyarakat yang bekerja setiap hari di kota ini,” ujarnya.
Munafri menambahkan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional sebagai bagian dari strategi menggerakkan ekonomi daerah.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta yang mayoritas merupakan generasi muda. Munafri meyakini, dari ribuan peserta tersebut akan lahir pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju.
“Inilah anak-anak muda kita, generasi penerus bangsa. Satu di antara mereka kelak akan menjadi pemimpin yang membawa Indonesia lebih maju,” ucapnya.
Ia berharap para peserta membawa kesan positif selama berada di Makassar dan membagikan pengalaman tersebut kepada keluarga serta masyarakat di daerah asal masing-masing.
“Kami menyampaikan salam hormat kepada seluruh orang tua, guru, dan pengajar. Mudah-mudahan kita dapat bertemu kembali di Makassar pada event yang lebih besar,” kata Munafri.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan selama kegiatan berlangsung. Pemerintah Kota Makassar, lanjut dia, berkomitmen melakukan pembenahan, terutama pada sektor infrastruktur dan transportasi publik.
Munafri juga mengajak civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar untuk berperan aktif memberikan masukan dan gagasan dalam menjawab berbagai tantangan perkotaan.
“Kami meminta seluruh civitas akademika, khususnya Universitas Muhammadiyah Makassar, membantu kami dengan masukan dan diskusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.
