Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Sidak Pasar Pabaeng-baeng Jelang Lebaran, Harga Cabai Merah Terpantau Naik

oleh -10 Dilihat
oleh
WhatsApp Image 2026 03 12 at 18.39.50 11zon
Munafri Arifuddin Sidak Pasar Pabaeng-baeng Jelang Lebaran, Harga Cabai Merah Naik

mediasulsel.id – MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan jelang lebaran dengan harga yang stabil serta pasokan yang cukup di pasaran.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus memimpin Pengawasan Terpadu Pemerintah Kota Makassar guna mengantisipasi dinamika harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.

Kegiatan diawali di Pasar Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Jalan Sultan Alauddin, Kamis (12/3/2026). Setibanya di lokasi, Munafri menyusuri lorong-lorong pasar dan memantau langsung aktivitas perdagangan bahan pokok di tingkat pedagang.

Appi, sapaan akrab Munafri, terlihat berdialog dengan sejumlah pedagang untuk menanyakan perkembangan harga serta memastikan ketersediaan berbagai komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran.

Beberapa komoditas yang menjadi perhatian di antaranya beras, minyak goreng, daging ayam, telur hingga kelapa yang kerap digunakan dalam berbagai kebutuhan rumah tangga selama akhir Ramadan hingga Idul Fitri.

Selain menanyakan harga, Munafri juga mendengar langsung keluhan para pedagang terkait pasokan barang dan kondisi penjualan selama Ramadan.

Interaksi tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi pasar secara langsung sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.

Usai memantau harga bahan pokok, Munafri mengatakan sidak tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga sekaligus melihat kondisi daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.

Menurutnya, dari hasil pemantauan di Pasar Pabaeng-baeng sebagian besar harga komoditas masih relatif stabil, meski ada beberapa yang mengalami kenaikan.

“Memang ada beberapa yang naik, tapi masih dalam tahap wajar. Seperti harga ayam misalnya masih relatif normal. Yang kenaikannya cukup tinggi itu cabai merah,” ujar Munafri usai berdialog dengan pedagang.

Ia juga menilai aktivitas pasar menjelang H-8 Idul Fitri belum terlalu ramai. Kondisi tersebut menunjukkan lonjakan aktivitas belanja kemungkinan baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Melihat kondisi di pasar ini masih agak slow. Di H-8 ini pasar belum terlalu sesak. Tapi secara umum yang terkontrol oleh pemerintah semuanya berjalan sangat baik,” jelasnya.

Munafri juga menemukan beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga, salah satunya kelapa.

Menurutnya, penurunan harga tersebut dipengaruhi kebijakan larangan ekspor yang membuat pasokan di dalam negeri menjadi lebih melimpah.

Sementara itu, sejumlah komoditas lain seperti bawang mengalami kenaikan. Namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas toleransi mengingat permintaan masyarakat diperkirakan meningkat menjelang lebaran.

“Beberapa komoditas seperti bawang memang ada kenaikan, tapi ini masih dalam batas toleransi karena kebutuhan masyarakat minggu depan pasti akan meningkat,” katanya.

Munafri juga memberi perhatian khusus pada stabilitas harga telur. Ia menilai komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat menjelang Idul Fitri sehingga ketersediaan stok harus dijaga.

Terkait daya beli masyarakat, Munafri menyebut kondisinya masih bervariasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pedagang, ada yang mengaku penjualan menurun dibanding tahun sebelumnya, namun ada juga yang menyebut masih stabil bahkan meningkat di beberapa lokasi.

“Secara umum menurut saya relatif sedikit,” tutur orang nomor satu di Kota Makassar itu.

Untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketahanan Pangan juga menggencarkan program pasar murah.

Appi menyebut program tersebut digelar setiap hari di sembilan titik yang tersebar di berbagai wilayah Kota Makassar.

“Kami gelar pasar murah di sembilan titik setiap hari untuk memastikan masyarakat punya alternatif harga yang bisa menjadi acuan. Ini juga menjadi cara pemerintah mengintervensi pasar agar harga tidak melonjak dan memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran pasar murah tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga di pasar.

“Mudah-mudahan ini bisa sedikit membantu masyarakat dan juga bisa mengontrol harga yang ada di pasaran,” pungkasnya.

Setelah melakukan pemantauan di pasar tradisional, Munafri bersama tim pengawasan terpadu Pemerintah Kota Makassar melanjutkan sidak ke pusat perbelanjaan modern Hypermart di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang.

Rombongan juga mengecek pelaksanaan pasar murah yang digelar di Kantor Lurah Panaikang.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan tetap terjaga baik di pasar tradisional maupun ritel modern menjelang Idul Fitri.