mediasulsel.id – MAKASSAR — Seorang perempuan berinisial D (40) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Jalan Butung, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Senin pagi, 5 Januari 2026. Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 Wita.
Menurut keterangan penghuni rumah yang berada di lokasi, korban sempat terlihat naik ke lantai dua sebelum saksi bersiap berangkat kerja. Tidak lama kemudian, saat hendak keluar rumah, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung dengan kain sarung yang melilit di leher.
Saksi kemudian berupaya menurunkan korban, melepas lilitan kain, lalu membaringkannya di lantai sambil meminta bantuan warga sekitar. Warga yang datang membantu selanjutnya membawa korban ke rumah sakit.
Namun, setibanya di rumah sakit sekitar pukul 08.15 Wita, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Petugas medis yang menangani di instalasi gawat darurat menyebutkan hasil pemeriksaan menunjukkan korban sudah tidak bernyawa saat tiba.
Ketua RT setempat membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban dan melihat korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tidak sadar ketika masuk ke rumah.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui berstatus menikah. Namun, suami korban dikabarkan sedang sakit dan tinggal bersama orang tuanya di Kabupaten Maros. Korban juga disebut tidak memiliki anak.
Berdasarkan analisa awal, korban diduga melakukan tindakan gantung diri seorang diri dalam waktu singkat menggunakan kain sarung yang diikat pada bagian rumah. Aparat menyatakan tidak menemukan tanda-tanda perlawanan ataupun indikasi keterlibatan pihak lain.
Meski demikian, polisi masih membuka ruang penyelidikan lanjutan untuk memastikan rangkaian kejadian, sekaligus mencegah munculnya spekulasi di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan berat, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segeralah mencari bantuan. Anda bisa menghubungi layanan darurat setempat, mendatangi IGD terdekat, atau berbicara dengan psikolog/konselor di fasilitas kesehatan terdekat. (**)
