Makassar

Appi Pastikan SPMB Makassar 2026 Bebas Titipan, Sistem Lontara+ Jadi Andalan

1
×

Appi Pastikan SPMB Makassar 2026 Bebas Titipan, Sistem Lontara+ Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260507 WA0019 2048x1365 1

Makassar – Pemerintah Kota Makassar mulai menjalankan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 dengan sistem yang diklaim lebih transparan, terintegrasi, dan minim celah kecurangan. Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari penguatan sistem digital hingga penyempurnaan mekanisme seleksi di seluruh jenjang pendidikan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pelaksanaan SPMB tahun ini dirancang untuk menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang bersih, adil, dan bebas dari praktik titip-menitip maupun intervensi pihak tertentu.

“SPMB 2026 kita jalankan dengan sistem yang jauh lebih baik. Tujuannya agar seluruh proses berlangsung transparan dan berbagai persoalan yang selama ini muncul bisa dicegah,” kata Munafri, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, evaluasi menyeluruh telah dilakukan terhadap pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya. Salah satu fokus utama adalah memperkuat sistem teknologi informasi agar pelayanan lebih stabil dan mudah diakses masyarakat.

Melalui aplikasi LONTARA+, masyarakat kini dapat memantau proses pendaftaran secara real time. Selain itu, Pemkot Makassar juga tetap menyediakan layanan melalui laman resmi SPMB agar akses pendaftaran semakin luas.

Munafri mengatakan keterbukaan sistem menjadi langkah penting untuk menghilangkan kecurigaan publik terhadap proses seleksi.

“Kalau sistemnya transparan, semua orang bisa mengawasi. Dengan begitu tidak ada lagi ruang untuk permainan,” tegasnya.

Selain memperkuat sistem digital, Pemkot Makassar juga melakukan pembagian server berdasarkan jenjang pendidikan, yakni TK, SD, dan SMP. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan layanan akibat lonjakan akses saat masa pendaftaran.

Sistem baru tersebut juga dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti layanan live chat, notifikasi melalui WhatsApp dan email, pengecekan data NISN, pencocokan otomatis titik koordinat alamat, hingga unggahan dokumen saat daftar ulang.

Munafri mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba memanfaatkan celah dalam jalur domisili dengan memindahkan alamat atau Kartu Keluarga demi masuk ke sekolah tertentu.

Menurutnya, praktik tersebut justru menimbulkan ketimpangan karena menyebabkan penumpukan peserta didik di sekolah favorit, sementara sekolah lain kekurangan siswa.

“Kita ingin pemerataan. Jangan sampai ada sekolah yang penuh sesak, sementara sekolah lain justru kekurangan murid,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerataan peserta didik menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan SPMB tahun ini agar kualitas pendidikan dapat berkembang secara merata di seluruh sekolah.

Tahapan SPMB 2026 diawali dengan simulasi pendaftaran pada 12–14 Mei 2026. Selanjutnya, jalur non-domisili dibuka pada 2–4 Juni dengan pengumuman hasil seleksi pada 5 Juni dan daftar ulang pada 6–8 Juni.

Adapun jalur domisili dijadwalkan berlangsung pada 9–13 Juni 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 14 Juni, sedangkan daftar ulang dilaksanakan pada 15–17 Juni 2026.

Pemkot Makassar berharap sistem baru yang diterapkan melalui LONTARA+ mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan setiap calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *