mediasulsel.id, Makassar, Sabtu, 12/09/2026 — Program Adiwiyata di SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 diperkuat melalui Rapat Koordinasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah atau GPBLHS yang digelar untuk menyatukan langkah tim kerja, menetapkan prioritas penataan lingkungan, dan menjaga keberlanjutan budaya peduli lingkungan di sekolah.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memastikan program lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi terintegrasi dalam pengelolaan sekolah dan pembiasaan warga sekolah sehari-hari.
Rapat Koordinasi Perkuat Program Adiwiyata dan GPBLHS
SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 menempatkan rapat koordinasi sebagai forum untuk menyelaraskan tugas antar-tim yang terlibat dalam pelaksanaan Program Adiwiyata.
Dalam keterangan resmi sekolah, forum tersebut diarahkan untuk “memperkuat koordinasi antar-tim kerja” sekaligus menyusun langkah prioritas dalam penataan lingkungan sekolah.
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah atau GPBLHS merupakan pendekatan yang mendorong kepedulian lingkungan menjadi bagian dari kebiasaan dan tata kelola sekolah, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Melalui koordinasi yang lebih terarah, sekolah dapat menentukan pembagian peran, kebutuhan penataan lingkungan, serta program yang perlu dijaga kesinambungannya agar tujuan Adiwiyata berjalan secara konsisten.
Penataan lingkungan sekolah dalam kerangka Adiwiyata pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan penghijauan, tetapi juga mendorong pengelolaan lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah melalui kebiasaan yang terukur dan berkelanjutan.
Karena itu, rapat koordinasi menjadi penting untuk memastikan setiap program memiliki arah kerja yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.
Budaya Peduli Lingkungan Didorong Menjadi Kebiasaan Sekolah
SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 menargetkan pelaksanaan Program Adiwiyata dapat memperkuat karakter peserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Sekolah menilai keberlanjutan menjadi bagian penting karena keberhasilan program lingkungan bergantung pada keterlibatan warga sekolah dan konsistensi penerapan kebiasaan sehari-hari.
Melalui GPBLHS, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam aktivitas sekolah.
Pembiasaan tersebut dapat diterapkan melalui pengelolaan kebersihan, pengurangan sampah, pemeliharaan tanaman, penggunaan sumber daya secara bijak, serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan belajar.
Langkah ini sejalan dengan tujuan sekolah untuk membentuk generasi penerus yang memiliki wawasan lingkungan dan mampu membawa kebiasaan positif tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Rapat koordinasi juga memberi ruang bagi tim sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang harus diprioritaskan, menyatukan program antarbidang, serta menghindari kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang berkesinambungan.
Upaya penguatan program lingkungan ini menambah rangkaian pengembangan sekolah yang sebelumnya juga mencatat prestasi pada bidang lain. Pada Mei 2026, SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 meraih penghargaan Sekolah Pengembangan Aqidah pada Hardiknas 2026.
Dengan koordinasi yang lebih terstruktur, SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 berharap Program Adiwiyata dan GPBLHS dapat berjalan secara konsisten serta memberi dampak nyata terhadap lingkungan sekolah dan pembentukan karakter peserta didik.















