Nasional

Kunjungi Makassar, Anies Baswedan Soroti Antrean BBM dan Ajak Warga Tak Diam Jika Ada Kesalahan

0
×

Kunjungi Makassar, Anies Baswedan Soroti Antrean BBM dan Ajak Warga Tak Diam Jika Ada Kesalahan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 09 21 at 09.03.40 20kb
Anies Baswedan saat memberikan sambutan, di Makassar, Jumat (18/9/2026). Dalam kunjungannya, Anies menyoroti antrean panjang BBM dan mengajak masyarakat tidak membiarkan kesalahan dalam pelayanan publik.

MAKASSAR, MEDIASULSEL.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Anies saat memberikan sambutan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Anies yang turut menunaikan salat Jumat bersama jemaah menyinggung persoalan yang muncul akibat tata kelola yang tidak berjalan dengan baik.

“Tapi ada juga musibah yang karena perbuatan manusia. Karena manajemen kita yang tidak berjalan baik. Akhir-akhir ini saya dengar di Makassar antrean bensin agak panjang,” kata Anies dalam sambutannya.

Menurut Anies, persoalan antrean BBM menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi dan mendapat perhatian bersama.

“Ini semua adalah PR yang kita semua harus antisipasi,” ujarnya.

Anies menjelaskan, terdapat persoalan yang berada di luar kendali manusia dan ada pula persoalan yang sebenarnya dapat dicegah maupun diperbaiki.

Menurutnya, persoalan yang berada dalam kendali manusia membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar dibiarkan tanpa penyelesaian.

“Yang di luar kendali manusia, bagian kita mendoakan. Bagian kita berdoa karena di luar kendali kita,” tuturnya.

“Yang menjadi bagian dari yang bisa kita kendalikan, maka harus dilakukan perbaikan dan perubahan. Karena dalam kendali kita,” sambung Anies.

Anies Ajak Masyarakat Tak Diam Jika Ada Kesalahan

Dalam sambutannya, Anies juga mengingatkan pentingnya sikap kritis masyarakat terhadap persoalan yang terjadi di sekitarnya.

Ia mengajak masyarakat memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang sudah berjalan baik. Sebaliknya, kesalahan maupun penyimpangan tidak seharusnya dibiarkan terus berlangsung.

“Yang baik sampaikan terima kasih. Yang salah, yang keliru jangan dibiarkan,” tegas Anies.

Menurutnya, perubahan sulit terwujud apabila masyarakat terus membiarkan penyimpangan tanpa melakukan upaya perbaikan.

“Karena nasib kita tidak akan berubah kalau kita membiarkan penyimpangan berjalan terus-menerus,” lanjutnya.

Antrean BBM di Makassar Sempat Mengular

Persoalan antrean BBM yang disinggung Anies sebelumnya memang menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat Makassar.

Antrean kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU hingga mengular ke badan jalan dan berdampak pada arus lalu lintas.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bahkan telah menemui pihak Pertamina pada Jumat (11/9/2026) untuk membahas langkah penanganan antrean.

Dalam pertemuan tersebut, Munafri meminta Pertamina dan pengelola SPBU mengoptimalkan pelayanan, termasuk mengaktifkan seluruh mesin pengisian BBM guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kemudian menerapkan sistem ganjil genap untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar pada 13–20 September 2026.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan dan mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Rabu (16/9/2026) menyatakan antrean BBM di Makassar sudah mulai terurai setelah sejumlah langkah penanganan dilakukan bersama Pertamina.

Pernyataan Anies saat berkunjung ke Makassar pada Jumat (18/9/2026) tersebut menyoroti persoalan antrean BBM sekaligus mengajak masyarakat menyampaikan kritik dan masukan untuk mendorong perbaikan tata kelola pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *