BeritaMakassar

Viral Ibu di Makassar Ngamuk Gegara Bansos Anak Dicoret, Teriak “Saya Bandar Sabu!”

0
×

Viral Ibu di Makassar Ngamuk Gegara Bansos Anak Dicoret, Teriak “Saya Bandar Sabu!”

Sebarkan artikel ini

mediasulsel.id – Makassar – Video seorang ibu bernama Nuraeni meluapkan emosinya di Kantor Lurah Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ramai beredar di media sosial.

Nuraeni memprotes nama anaknya yang disebut tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) berupa beras.

Dalam video yang beredar, Nuraeni mengatakan anaknya sebelumnya tercatat dalam kategori Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Menurut Nuraeni, anaknya sebelumnya menerima sejumlah bantuan, mulai dari beras, minyak goreng hingga bantuan uang tunai sebesar Rp900 ribu.

“Saya tidak dapat tidak apa-apa, yang penting anak saya dapat. Anak saya Desil 1, alhamdulillah dapat Rp900.000, dapat beras, dapat minyak,” kata Nuraeni dengan nada tinggi dalam video tersebut.

Nuraeni mengaku kecewa setelah mengetahui nama anaknya tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan.

Ia menduga perubahan data tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Emosinya kemudian memuncak saat berada di kantor kelurahan.

Dalam video itu, Nuraeni bahkan melontarkan pernyataan yang kemudian menjadi sorotan warganet.

“Saya bukan kacang-kacang. Saya bandar sabu!” ucapnya sembari menantang pihak kelurahan.

Pernyataan tersebut merupakan ucapan Nuraeni dalam video yang beredar di media sosial.

Belum ada informasi yang menunjukkan bahwa ucapan tersebut merupakan pengakuan tindak pidana ataupun telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

Video protes tersebut kemudian menyebar luas dan memancing berbagai komentar dari warganet.

Sebagian menyoroti cara Nuraeni menyampaikan protes, sementara lainnya mempertanyakan mekanisme perubahan data penerima bansos.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kelurahan Barana terkait alasan nama anak Nuraeni tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *