Bertahun-tahun Kebanjiran, Warga Barombong Bangun Drainase Pakai Dana Sendiri

oleh -1 Dilihat
oleh
Warga RT 03 RW 09 Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, membangun drainase secara swadaya untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. (Foto: Warga)
Warga RT 03 RW 09 Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, membangun drainase secara swadaya untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi. (Foto: Warga)/ISTIMEWA

mediasulsel.id – Makassar – Warga Timbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar mengaku kecewa dan merasa diabaikan pemerintah setempat. Pasalnya, hingga kini belum ada bantuan pembangunan drainase di lingkungan mereka, meski persoalan banjir telah berlangsung bertahun-tahun.

Warga menyebut, buruknya saluran air kerap menyebabkan genangan hingga banjir setiap kali hujan turun. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas warga dan merusak akses jalan lingkungan.

banner DPRD Makassar 728x90

Salah seorang warga, Jamaludin Dg Sese, mengatakan usulan pembangunan drainase telah berulang kali disampaikan melalui musyawarah dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga saat ini belum ada kejelasan maupun realisasi.

“Sudah sering kami sampaikan lewat musyawarah dan Musrenbang, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Katanya mau dibangun, tapi cuma janji,” ujar Jamaludin, Minggu (25/1/2025).

Kekecewaan warga semakin memuncak karena kondisi banjir terus berulang setiap musim hujan. Warga menilai, jika terus menunggu, persoalan tersebut tidak akan pernah selesai.

“Kalau menunggu pemerintah, kami bisa terus kebanjiran,” kata seorang warga lainnya dengan nada kesal.

Akibat tidak adanya respons, warga RT 03 RW 09 Kelurahan Barombong akhirnya mengambil langkah mandiri. Mereka mengumpulkan dana secara gotong royong untuk membangun drainase sederhana demi mengurangi genangan air yang kerap merendam rumah dan jalan lingkungan.

Ketua RT setempat menyebut langkah swadaya tersebut terpaksa dilakukan karena kondisi sudah sangat mendesak.

“Kami terpaksa swadaya. Padahal drainase ini kebutuhan dasar dan seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 09, Muh Rasyid, menyoroti mekanisme pengaduan masyarakat melalui aplikasi layanan Pemkot Makassar. Ia menilai, pemanfaatan aplikasi Lontara belum berjalan maksimal.

“Pengaduan masyarakat sering diarahkan ke sana kemari. Aplikasinya juga sering lambat, mungkin karena banyaknya laporan yang masuk,” kata Muh Rasyid.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan perhatian serius terhadap persoalan drainase di wilayah mereka agar banjir tidak terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.