mediasulsel.id – PALOPO – Aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), memanas saat massa membakar ban bekas. Seorang mahasiswa dilaporkan mengalami luka bakar dalam demonstrasi yang menuntut pemekaran wilayah menjadi Provinsi Luwu Raya itu.
Aksi digelar di depan Taman I Love Palopo City, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Palopo, Sabtu (10/1/2026) sore. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut menutup Jalan Andi Djemma sambil membentangkan spanduk tuntutan.
Dalam orasinya, massa menekankan dorongan pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai agenda pemekaran wilayah di Tana Luwu. Mereka menyuarakan agar aspirasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat dan pihak terkait.
Massa juga sempat menghentikan sebuah mobil boks. Sejumlah demonstran kemudian berorasi dari atas kendaraan tersebut di tengah penutupan jalan.
Ketegangan terjadi saat massa hendak membakar ban. Warga sekitar menolak pembakaran karena khawatir asap mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.
“Boleh demo, tapi jangan bakar ban. Kami masyarakat sekitar sini terganggu dengan asapnya,” teriak seorang warga di lokasi.
Meski begitu, massa tetap membakar ban bekas. Di tengah situasi tersebut, seorang mahasiswa dilaporkan mengalami luka bakar. Belum diketahui pasti kronologi detail luka bakar itu, namun kondisi tersebut membuat perhatian massa dan warga sempat terpecah.
Seorang warga juga terlihat berusaha memadamkan api ban yang terbakar.





