mediasulsel.id – MAKASSAR — Suasana kebersamaan terasa kuat dalam kegiatan family gathering Ketua RT dan RW se-Kota Makassar yang digelar di Pantai Indah Bosowa. Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen pelayanan publik hingga ke tingkat lingkungan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa RT dan RW memiliki peran vital sebagai garda terdepan pemerintah karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.

“RT dan RW bukan hanya perangkat administratif, tetapi ujung tombak pelayanan. Amanah masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, yang memberikan dukungan terhadap penguatan peran keluarga dan lingkungan dalam pembangunan kota.
Munafri menjelaskan bahwa RT/RW dan wali kota memiliki kesamaan karena sama-sama dipilih langsung oleh masyarakat. Oleh sebab itu, tanggung jawab yang diemban harus dijalankan secara maksimal.
“RT/RW dan wali kota itu sama—dipilih oleh rakyat. Artinya, kepercayaan ini harus dibalas dengan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar tidak ada aparat lingkungan yang abai terhadap warganya. Menurutnya, pemerintah membutuhkan RT/RW yang responsif, aktif berbaur, serta siap menjalankan program-program kota.
“Saya tidak mau dengar ada RT/RW yang tidak mau mendengar keluhan warga atau enggan turun langsung ke lingkungan. Kita harus hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Dorong Pelayanan yang Benar-Benar Dirasakan
Dalam lima tahun kepemimpinannya, Munafri menargetkan pelayanan publik semakin mudah diakses, mulai dari layanan kesehatan, ketersediaan pangan, hingga peluang kerja bagi warga.
“Saya tidak ingin ada lagi warga yang kesulitan berobat atau sulit mendapatkan pekerjaan. Ini pekerjaan bersama,” ujarnya.
RT dan RW juga diminta aktif melaporkan persoalan wilayah kepada lurah dan camat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat—baik terkait masalah sosial maupun infrastruktur.
Kebersihan Lingkungan Jadi Fokus
Selain pelayanan, isu kebersihan mendapat perhatian khusus. Munafri mengajak RT/RW mengelola sampah dari sumbernya serta mendorong partisipasi warga menjaga lingkungan tetap bersih.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan penghargaan bagi RT/RW terbaik pada akhir tahun dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
“Kebersihan adalah fondasi kesehatan. Kita ingin lingkungan Makassar semakin tertata,” katanya.
Ia juga mendorong kerja bakti rutin dan pemanfaatan bank sampah. Limbah plastik yang memiliki nilai jual dinilai bisa menjadi tambahan pendapatan bagi warga sekaligus mengurangi beban tempat pembuangan.
Terkait retribusi sampah, ia menegaskan pembebasan biaya hanya diberikan kepada warga kurang mampu, salah satunya diukur melalui daya listrik rumah tangga 900 watt.
“Kalau tinggal di kawasan real estate, tidak bisa meminta gratis. Ini soal keadilan,” tegasnya.
Aduan Warga Kini Lewat Aplikasi
Dalam kesempatan tersebut, Munafri memperkenalkan sistem pengaduan digital melalui aplikasi Lontara. Seluruh RT/RW diwajibkan mengunduh aplikasi itu agar laporan warga dapat segera diteruskan.
Ia bahkan menegaskan bahwa aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadinya untuk dievaluasi.
“Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, banjir tahun ini juga jauh berkurang,” jelasnya.
Paparan Program Prioritas Kota
Dalam arahannya, Munafri juga memaparkan sejumlah program strategis, mulai dari bantuan sosial berbasis digital yang transparan, program seragam sekolah gratis, hingga pengembangan ruang kreatif anak muda melalui Makassar Creative Hub.
Ia menegaskan bantuan sosial harus tepat sasaran dan tidak boleh lagi diberikan karena kedekatan pribadi.
“Tidak boleh ada cerita bantuan hanya untuk kerabat. Bansos harus sampai kepada yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Program lain yang turut disorot yakni perluasan akses air bersih oleh PDAM serta pembangunan Stadion Untia yang kini memasuki tahap tender dan ditargetkan rampung pada 2027–2028. Seluruh RT/RW dijanjikan undangan saat peresmian stadion tersebut.
Menutup arahannya, Munafri menegaskan komitmen integritas pemerintahan dengan melarang segala bentuk pungutan liar di tingkat kelurahan. RT dan RW diminta ikut mengawasi serta melaporkan jika ada aparatur yang menyalahgunakan kewenangan.
“Bapak dan Ibu RT/RW adalah pilihan masyarakat. Amanah ini harus dijaga. Mari bersama membangun Makassar dan meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (*)











