Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 31 Juli 2026 — Pengurus FKLA Sulsel resmi dikukuhkan di Makassar untuk memperkuat aksi kemanusiaan, toleransi, dan kerja sama lintas agama tanpa membedakan latar belakang penerima bantuan.
Pengukuhan Forum Kemanusiaan Lintas Agama Sulawesi Selatan berlangsung di Aula Keuskupan Agung Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kerukunan antarumat beragama menjadi fondasi penting bagi stabilitas, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kota ini tidak menyediakan tempat untuk satu agama saja, tetapi menyediakan seluruh sudutnya agar keberagaman dapat hidup dan tumbuh bersama,” kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia meminta FKLA tidak hanya bergerak ketika bencana terjadi, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam menangani persoalan sosial dan menjaga kehidupan yang harmonis.
Aksi kemanusiaan tidak dibatasi latar belakang agama
Munafri menilai bantuan kemanusiaan harus diberikan berdasarkan kebutuhan tanpa membedakan agama atau kelompok.
Ia menyebut keberagaman Makassar sebagai kekuatan yang harus dirawat melalui pertemuan, kerja bersama, dan aksi nyata.
Penghargaan Harmony Award yang diterima Kota Makassar pada 2024 disebut sebagai hasil kerja bersama dalam menjaga kerukunan.
Namun, Munafri menegaskan penghargaan tersebut harus diikuti upaya berkelanjutan untuk mencegah konflik horizontal dan memperkuat rasa saling menghormati.
Stabilitas sosial dan keamanan dinilai berpengaruh terhadap kenyamanan masyarakat, kepercayaan investor, perputaran ekonomi, dan kesejahteraan warga.
FKLA diajak mendukung pendidikan dan pengelolaan sampah
Munafri meminta kepengurusan FKLA yang baru dikukuhkan segera menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu bidang yang ditawarkan adalah kolaborasi dengan sekolah swasta milik organisasi keagamaan untuk membantu menampung peserta didik yang belum memperoleh tempat di sekolah negeri.
Proses pembelajaran bagi peserta didik tersebut dapat didukung Pemerintah Kota Makassar melalui APBD sesuai ketentuan yang berlaku.
Tokoh lintas agama juga diajak membantu menyampaikan pesan pemilahan dan pengelolaan sampah kepada masyarakat.
Pemerintah kota berharap sinergi dengan tokoh agama, organisasi lintas agama, dan komunitas kemanusiaan dapat memperkuat Makassar sebagai kota yang aman, inklusif, dan harmonis.
