
mediasulsel.id – GOWA – Komunitas literasi Gowa Menyala memperkuat kapasitas pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) melalui Pelatihan Manajemen Komunitas Literasi di Kabupaten Gowa. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, ini bertujuan mendorong keberlanjutan gerakan literasi di tingkat tapak.
Pelatihan yang digelar di Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang ini diikuti oleh 41 peserta dari 13 komunitas literasi dan TBM se-Kabupaten Gowa. Peserta juga melibatkan perwakilan Forum TBM Sulawesi Selatan, Forum TBM Kabupaten Gowa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, serta relawan Gowa Menyala.
Pembina Gowa Menyala, Andi Bunga Tongeng, mengungkapkan bahwa pelatihan ini dirancang agar komunitas mampu mengelola organisasi dan program literasi secara lebih terarah, berkelanjutan, serta berdampak luas. menurutnya, gerakan literasi membutuhkan lebih dari sekadar aktivitas membaca.
“Pengelola komunitas dan TBM perlu memiliki kecakapan dalam menyusun program, mengelola organisasi, membangun kemitraan, mengelola relawan, dokumentasi, hingga evaluasi kegiatan. Kemampuan tata kelola ini penting agar program tidak berlangsung sesaat,” ujar Andi Bunga.
Jejak Langkah Gowa Menyala
Gowa Menyala merupakan komunitas literasi sukarela yang terbentuk pada 7 Januari 2017 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Berangkat dari filosofi bahwa membaca buku dapat menyalakan akal dan budi, komunitas ini mengusung visi: “Dari Gowa, kami bergerak bersama, menyalakan akal dan budi untuk menerangi Indonesia.
“Sejak berdiri, berbagai program telah dijalankan secara bertahap. Mulai dari program Literasi Sekolah di SD Inpres Mawang (2017–2020), gerakan “Membaca di Rumah Saja” saat pandemi, hingga Literasi Sekolah di SD Inpres Balang Punia (2021–2022).
Gowa Menyala juga menginisiasi gerakan “Ceritakan Bukumu” untuk mengajak masyarakat berbagi inspirasi bacaan. Memasuki tahun 2026, ruang interaksi dikembangkan lewat program “Ruang Cerita Buku” sebagai wadah diskusi dan tumbuh bersama.
Selain program utama, komunitas ini aktif menggelar kegiatan pendukung seperti talkshow literasi, Gowa Menyala Berbagi, lomba esai, pelatihan desain grafis, webinar mendongeng, hingga kunjungan ke panti asuhan.
Menjawab Kebutuhan Esensial TBM
Ketua Forum TBM Sulawesi Selatan, Galang Pratama, menilai materi pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan riil di lapangan. Ia mengakui, tata kelola administrasi dan kejelasan struktur organisasi masih menjadi tantangan bagi banyak komunitas.
“Pelatihan ini sangat penting karena masih banyak teman-teman pengelola yang kurang memahami sistem administrasi dan struktur organisasi. Padahal, berkomunitas pun kita harus tertib administrasi agar pengelolaan punya dasar yang jelas,” kata Galang.
Ia juga mengapresiasi materi penyusunan proposal yang diberikan. Menurut Galang, kemampuan menyusun proposal yang baik akan membuka peluang bagi komunitas untuk mengakses berbagai bantuan dan dukungan yang tersedia setiap tahunnya.
Manfaat serupa dirasakan oleh Rifka Azisah Ibrahim, pengelola TBM Umah Finger. Sebagai pengelola pemula, ia merasa pelatihan ini memberikan fondasi yang kuat.
“Melalui pelatihan ini kami bisa merancang program kerja yang terukur. Kami mendapat gambaran arah keberlanjutannya ke depan, sekaligus bisa saling membangun jejaring antarkomunitas,” ungkap Rifka.
Perluas Gerakan Lewat Kolaborasi
Andi Bunga menambahkan, perkembangan zaman menuntut gerakan literasi meluas dan tidak hanya berfokus pada anak-anak. Melalui program “Ceritakan Bukumu”, Gowa Menyala berupaya mendorong masyarakat dewasa kembali berinteraksi dengan buku di tengah derasnya arus informasi media sosial.
“Jika ingin dampak yang lebih luas, Gowa Menyala tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan TBM yang ada di desa-desa,” tuturnya.
Pelatihan intensif ini membekali peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari tata kelola kelembagaan, administrasi, manajemen koleksi, pengelolaan relawan, hingga monitoring dan evaluasi. Peserta juga mempraktikkan langsung penyusunan profil komunitas dan proposal sederhana.
Program Pelatihan Manajemen Komunitas Literasi ini terlaksana atas kerja sama Gowa Menyala dengan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Program Bantuan Fasilitasi Komunitas Literasi.
Melalui penguatan kapasitas ini, Gowa Menyala berharap gerakan literasi berbasis kesukarelaan di Sulawesi Selatan terus tumbuh berkelanjutan, membawa semangat untuk menyalakan akal dan budi dari Gowa untuk Indonesia.