Mediasulsel.id, Makassar, Rabu, 24/06/2026 – Sebanyak 20 pelaku usaha Makassar bertemu langsung dengan 41 delegasi dari 28 negara dalam Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026. Forum yang digelar di Hotel The Rinra Makassar itu menjadi ajang diplomasi budaya dan kuliner sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan internasional bagi produk lokal unggulan.
IGS 2026 tidak hanya menampilkan diplomasi kuliner, tetapi juga menjembatani pelaku usaha lokal dengan pasar global. Para delegasi disambut dengan pameran produk unggulan Sulawesi Selatan, seperti perikanan, kopi, rempah-rempah, bumbu olahan, dan seafood. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengatakan pelaku usaha yang dilibatkan berasal dari sektor-sektor strategis yang memiliki daya saing di pasar internasional.
Pelaku Usaha dari Sektor Unggulan
Mario Said menjelaskan, pelaku usaha yang hadir berasal dari sektor perikanan, kopi, rempah-rempah, hingga produk seafood. “Pelaku usaha yang hadir berasal dari berbagai sektor, mulai dari perikanan, kopi hingga komoditas rempah dan bumbu-bumbu yang menjadi perhatian negara-negara peserta,” ujar Mario, Rabu, 24/06/2026.
Menurutnya, sejumlah delegasi negara telah menyampaikan ketertarikan untuk menjalin komunikasi lanjutan dengan pelaku usaha maupun pemerintah daerah. Beberapa negara telah membuka peluang penjajakan kerja sama yang lebih konkret. “Beberapa negara sudah mengonfirmasi minatnya untuk melakukan penjajakan awal. Ini menjadi langkah positif untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang,” tambahnya.
Makassar sebagai Gerbang Investasi Indonesia Timur
Forum tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar. Kegiatan diawali dengan pemaparan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Heru Hartanto Subolo.
Dalam presentasinya, Munafri Arifuddin menegaskan posisi Makassar sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur dan pusat konektivitas logistik nasional. Ia menyebut kota ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan maritim internasional sejak abad ke-16, didukung infrastruktur modern seperti Makassar New Port dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,61 persen pada 2026, Munafri optimistis Makassar mampu menjadi tujuan investasi yang menjanjikan. Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat iklim investasi melalui pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan, serta optimalisasi potensi strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi jalur penting perdagangan dunia.
