mediasulsel.id, Bogor, Minggu, 01/11/2026 — Penanaman Modal Dalam Negeri mencapai Rp1.998,7 triliun selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atau 50,9 persen dari total investasi nasional.
Angka tersebut disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie saat melaporkan hasil Rapimnas Kadin 2026 kepada Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau BKPM mencatat total realisasi investasi periode Oktober 2024 hingga September 2026 mencapai Rp3.923,2 triliun.
Dari jumlah itu, investasi asing tercatat Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.
Anindya menilai besarnya investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi.
Investasi menyerap 5,49 juta tenaga kerja
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan realisasi investasi selama dua tahun telah menyerap 5.485.944 tenaga kerja Indonesia.
Investasi di luar Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen, sedangkan investasi di Jawa tercatat Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.
Sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.539,2 triliun dan tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian sembilan bulan tersebut setara dengan 75,4 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Realisasi Januari hingga September 2026 menyerap 2.194.496 tenaga kerja Indonesia.
Jakarta mencatat realisasi investasi terbesar sebesar Rp249,3 triliun, disusul Jawa Barat Rp229,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp116 triliun, Jawa Timur Rp110,5 triliun, dan Maluku Utara Rp96 triliun.
Kadin dorong industri masa depan
Anindya menyampaikan dunia usaha berkomitmen mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dan memperkuat kapasitas industri nasional.
Kadin juga mendorong pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah untuk berkembang agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.
Pertemuan di Hambalang diikuti sekitar 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia dan 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia.
Presiden Prabowo memberikan arahan kepada peserta sekaligus mendengarkan laporan dunia usaha mengenai investasi dan kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan.
Realisasi investasi hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp480 triliun atau 31,2 persen dari total investasi nasional pada periode tersebut.
Sektor mineral menjadi penyumbang terbesar investasi hilirisasi dengan nilai Rp335,1 triliun, diikuti perkebunan dan kehutanan Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.
