Jelang Pengumuman SPMB, Appi Pantau Verifikasi di SMPN 3 dan SMPN 6 Makassar

oleh -1 Dilihat
oleh
1003317132

Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung memantau proses verifikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di sejumlah sekolah, Rabu (17/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan siswa baru berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari praktik titip-menitip maupun percaloan.

Sekolah yang menjadi lokasi pemantauan yakni UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar dan UPT SPF SMP Negeri 3 Makassar. Di kedua sekolah tersebut, Munafri meninjau ruang verifikasi sekaligus berdialog dengan para verifikator yang bertugas memeriksa dokumen calon peserta didik.

“Saya turun langsung memastikan SPMB 2026 berjalan transparan. Verifikator harus benar-benar teliti agar seluruh proses sesuai aturan yang berlaku,” ujar Munafri.

Dari hasil pemantauan, proses verifikasi dinilai berjalan efektif dengan dukungan sistem digital yang mempercepat pemeriksaan dokumen serta meningkatkan akurasi dan transparansi layanan.

Menurut Munafri, tahapan yang sedang berlangsung merupakan verifikasi jalur non-domisili yang meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Sementara tantangan terbesar diperkirakan muncul saat pembukaan jalur domisili karena jumlah pendaftar jauh lebih banyak.

“Kita tidak ingin ada ketidakadilan dalam proses penerimaan siswa baru ini,” tegasnya.

Ia menekankan seluruh calon peserta didik harus memperoleh kesempatan yang sama tanpa adanya perlakuan khusus maupun intervensi dari pihak mana pun. Karena itu, setiap dokumen wajib diverifikasi secara profesional sesuai ketentuan.

Pemkot Makassar juga memanfaatkan sistem digital yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan status pendaftaran secara real time. Menurut Munafri, keterbukaan informasi menjadi salah satu cara mempersempit peluang manipulasi data.

“Kita menggunakan aplikasi agar prosesnya terbuka, mudah diakses, dan bisa dipantau masyarakat,” katanya.

Munafri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan.

“Jangan percaya calo. Kalau ada yang ingin ditanyakan, datang langsung ke sekolah atau manfaatkan kanal pengaduan yang sudah disediakan,” tegasnya.

Ia mencontohkan jangan sampai calon siswa yang tinggal sangat dekat dengan sekolah justru kalah bersaing karena adanya praktik tidak sehat dalam proses seleksi.

“Kalau ada yang rumahnya hanya 200 meter dari sekolah tetapi tidak diterima, sementara yang lebih jauh diterima karena kedekatan tertentu, itu tidak boleh terjadi. Keadilan harus menjadi prinsip utama,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar pada jalur domisili, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan penguatan kapasitas server serta penambahan jumlah verifikator di sekolah-sekolah yang diprediksi menerima pendaftar terbanyak.

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan progres verifikasi terus meningkat. Jika pada hari kedua capaian verifikasi masih di bawah 50 persen, hingga Rabu progresnya telah mencapai sekitar 70 persen.

Menurutnya, sekolah favorit masih menghadapi beban verifikasi lebih tinggi karena banyak menerima pendaftar, khususnya melalui jalur prestasi. Meski demikian, koordinasi antara Dinas Pendidikan dan sekolah terus diperkuat agar seluruh proses dapat diselesaikan sebelum pengumuman hasil seleksi.

Sesuai jadwal, pendaftaran jalur non-domisili untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP berlangsung pada 15–17 Juni 2026, sedangkan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Adapun pendaftaran jalur domisili akan dibuka pada 22–26 Juni 2026.