Makassar

Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Minta Sekolah Segera Perbarui Data Siswa

0
31d49c83000bda67d14c126327a35b31

mediasulsel.id – MAKASSAR, Mediasulsel.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengimbau seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) agar segera melakukan pemutakhiran data peserta didik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai bagian dari persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh data siswa, termasuk Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), identitas peserta didik, serta akun belajar.id telah tersinkronisasi dengan sistem Kementerian Pendidikan sebelum proses pendaftaran dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan validitas data menjadi salah satu faktor utama agar calon peserta didik tidak mengalami kendala saat mengikuti proses SPMB berbasis digital.

Menurutnya, sekolah diharapkan secara berkala melakukan pembaruan dan sinkronisasi data, terutama bagi siswa kelas akhir yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Selain meminta sekolah memperbarui data, Disdik Makassar juga mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi SPMB hanya melalui kanal resmi pemerintah. Informasi tersebut dapat diakses melalui laman resmi Dinas Pendidikan, media sosial, maupun kanal digital yang telah disediakan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB, Disdik juga membuka grup Telegram resmi yang berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.

Achi menjelaskan, tim teknis terus melakukan pemantauan terhadap sistem Lontara+ agar seluruh tahapan penerimaan murid baru dapat berjalan stabil hingga pengumuman hasil seleksi.

Orang tua calon peserta didik juga diminta menyiapkan seluruh dokumen administrasi sejak dini, seperti kartu keluarga, akta kelahiran, kartu identitas orang tua, hingga ijazah atau surat keterangan lulus dalam bentuk digital agar proses pendaftaran dapat berlangsung lebih cepat.

Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa sistem Lontara+ menggunakan basis data NISN yang bersumber langsung dari Kementerian Pendidikan. Karena itu, sekolah wajib memastikan seluruh data peserta didik telah dilaporkan melalui Dapodik.

Ia mengungkapkan, selama masa simulasi masih ditemukan sejumlah calon peserta didik yang NISN-nya belum terbaca oleh sistem. Kondisi tersebut umumnya disebabkan data sekolah yang belum diperbarui atau belum tersinkronisasi dengan basis data pusat.

Pemerintah Kota Makassar saat ini juga melakukan identifikasi terhadap sekolah yang belum menyelesaikan proses pembaruan data agar seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama mengikuti SPMB 2026.

Selain melakukan penyempurnaan data, Disdik Makassar juga terus memperbaiki sistem pendaftaran berdasarkan masukan masyarakat. Beberapa penyesuaian dilakukan agar mekanisme login dan alur pendaftaran lebih mudah dipahami oleh orang tua maupun calon peserta didik.

Di sisi infrastruktur, pemerintah turut memperkuat sistem dengan memisahkan server berdasarkan jenjang PAUD, SD, dan SMP serta melakukan uji ketahanan sistem guna mengantisipasi lonjakan akses saat pendaftaran resmi dibuka. Langkah tersebut diharapkan mampu membuat pelaksanaan SPMB 2026 berlangsung lebih lancar, transparan, dan akuntabel.

Exit mobile version