Makassar

Kandea Memanas Pascakematian Rafli, Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan

3
Screenshot 2026 09 28 094616 20kb
Pascakematian Rafli, Kandea Dijaga Ketat Ratusan Personel Gabungan/IST

MEDIASULSEL.ID, MAKASSAR — Situasi di kawasan Kandea, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memanas pascakematian Rafli yang diduga meninggal dalam peristiwa tawuran antarkelompok.

Peristiwa tawuran tersebut sebelumnya terjadi di kawasan Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.

Pada Minggu malam, aparat gabungan kemudian memperketat pengamanan di kawasan Kandea.

Ratusan personel dikerahkan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan lanjutan di sekitar lokasi.

Penjagaan dilakukan setelah muncul ketegangan di tengah masyarakat menyusul kematian Rafli.

Di kalangan warga beredar informasi bahwa Rafli diduga meninggal akibat tembakan yang disebut-sebut berasal dari oknum aparat kepolisian.

Namun, informasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyelidikan resmi.

Ketegangan sempat terjadi antara petugas dengan sejumlah warga yang berada di lokasi.

Sejumlah warga yang diduga merupakan keluarga maupun kerabat almarhum terlihat meluapkan kemarahan kepada aparat kepolisian yang melakukan penjagaan.

Dalam rekaman video warga yang beredar, terdengar sejumlah orang meneriakkan protes kepada anggota kepolisian.

“Polisi pembunuh, polisi pembunuh,” teriak seorang warga yang identitasnya belum diketahui.

Meski situasi sempat memanas, sejumlah personel kepolisian terlihat berupaya menenangkan warga.

Aparat juga melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk mencegah munculnya bentrokan maupun aksi lanjutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru yang memastikan penyebab kematian Rafli maupun pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Kasus tersebut masih menjadi perhatian publik setelah kematian Rafli memicu ketegangan di sejumlah wilayah di Kecamatan Bontoala dan Tallo.

Aparat diharapkan dapat mengusut secara transparan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Exit mobile version