mediauslsel.id – BARRU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Profesi Kesehatan (PK) 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi kesehatan bagi lanjut usia (lansia) di Posyandu Pange 1, Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman lansia dalam mencegah dan mengelola penyakit asam urat (gout arthritis).
Program yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) itu digagas sebagai respons atas tingginya kasus penyakit sendi yang dialami masyarakat setempat. Berdasarkan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Palakka, tercatat 12 kasus gout arthritis ditemukan hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unhas Tri Banowati menginisiasi program kerja bertajuk “Penerapan Edukasi Geragogi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Lansia tentang Penyakit Asam Urat (Gout) di Desa Palakka.”
Program ini turut didukung oleh anggota KKN PK 69 Desa Palakka, yakni Jonathan Louis Wijaya, Andi Azhiimah Muizzah Hamka, Izzah Ghaniyyah Syafruddin, Sulfiah Ayu Lestari, Mario Heindrich Siyulan, dan Elya Eriyanti.
Tri mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong kemandirian lansia dalam mencegah kekambuhan asam urat melalui perubahan pola hidup sehat.
“Harapannya para lansia dapat mengenali gejala sejak dini, memahami faktor risiko, serta mampu melakukan perawatan sederhana secara mandiri di rumah,” ujarnya.
Yang membedakan program ini dengan penyuluhan kesehatan pada umumnya adalah penggunaan metode geragogi, yakni pendekatan pembelajaran yang dirancang khusus bagi lansia.
Melalui metode ini, materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana, gambar yang mudah dipahami, pengulangan informasi, serta mengajak peserta berbagi pengalaman mengenai keluhan kesehatan yang mereka alami.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, faktor risiko, hingga langkah pencegahan asam urat. Lansia juga diajak menerapkan pola makan rendah purin dengan mengurangi konsumsi makanan seperti jeroan, santan, dan beberapa jenis sayuran tertentu yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Tak hanya penyuluhan, peserta juga diperagakan cara melakukan perawatan mandiri menggunakan kompres air hangat dengan parutan jahe untuk membantu mengurangi kekakuan dan nyeri sendi. Sebagai bahan pembelajaran di rumah, tim KKN turut membagikan leaflet bergambar dengan ukuran huruf yang lebih besar agar mudah dibaca oleh lansia.
Tri mengaku bersyukur kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta maupun kader Posyandu Pange 1.
“Alhamdulillah edukasi hari ini berjalan dengan sangat antusias. Saya berharap materi dan contoh perawatan mandiri yang telah kami berikan dapat diterapkan sebagai kebiasaan sehat sehingga mampu mencegah kekambuhan asam urat,” katanya.
Kader Posyandu dan masyarakat Desa Palakka menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan mudah dipahami, sesuai dengan kebutuhan lansia, serta memberikan solusi praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap edukasi berbasis geragogi dapat menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan lansia sekaligus menekan risiko penyakit asam urat di Desa Palakka.
