Mediasulsel.id, Gowa, Selasa, 19 Mei 2026 — Seorang mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur Unhas angkatan 2024 berinisial PTJ ditemukan meninggal dunia di area Fakultas Teknik Unhas, Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan kampus yang menerima laporan dari warga sekitar.
Universitas Hasanuddin (Unhas) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang mahasiswi Fakultas Teknik di area kampus Gowa pada Selasa, 19 Mei 2026. Kepala Bagian Humas Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan pihak kampus masih melakukan penelusuran penyebab kejadian. “Kami belum bisa pastikan penyebabnya,” ujarnya.
Kronologi dan Penanganan Awal
Kepala Bagian Humas Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan kejadian tersebut. “Petugas keamanan kami mendapat laporan bahwa ada seseorang yang jatuh dari gedung,” kata Ishaq, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa saat ini tim internal kampus masih fokus melakukan penelusuran untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi insiden tersebut.
“Kami belum dapat memastikan apakah ada faktor depresi atau faktor lain. Saat ini sedang dilakukan penelusuran,” ucap Ishaq. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena informasi yang diberikan masih terbatas.
“Kami turut berduka cita dan bersimpati mendalam kepada keluarga korban,” lanjutnya.
Ucapan Belasungkawa dari Fakultas
Pihak Fakultas Teknik Unhas menyebarkan pernyataan resmi melalui grup WhatsApp. Pamflet tersebut menampilkan foto korban disertai ucapan duka dari pimpinan dan civitas akademika.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” tulis pernyataan resmi Fakultas Teknik Unhas.
“Segenap pimpinan dan civitas akademika Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya mahasiswi Departemen Arsitektur FTUH,” demikian isi pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti meninggalnya korban. Pihak kampus terus berkoordinasi dengan aparat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami krisis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi tenaga profesional kesehatan jiwa atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan.
