mediasulsel.id – Makassar – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menekankan pentingnya peran strategis penyuluh dalam menangani kondisi darurat sampah di Kota Makassar. Hal ini disampaikannya saat menghadiri rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) dan penandatanganan fakta integritas di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Selasa (14/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, bersama jajaran pengurus, anggota Dewan Lingkungan Hidup, serta 30 penyuluh persampahan terpilih.
Melinda menegaskan, peran penyuluh kini tak lagi sebatas pengelolaan bank sampah. Mereka juga bertanggung jawab dalam edukasi pemilahan sampah, pendataan, hingga memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Peran penyuluh kita perluas. Mereka jadi ujung tombak edukasi dan penguatan sistem pengelolaan sampah di masyarakat,” ujar Melinda.
Ia mengungkapkan, Indikator Kinerja Utama (KPI) tahun ini dibuat lebih menantang sebagai bentuk keseriusan Pemkot Makassar dalam mengatasi persoalan sampah.
Untuk menunjang kesiapan, para penyuluh akan dibekali melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) sebelum turun ke lapangan. Selain itu, kinerja mereka juga akan dievaluasi setiap tiga bulan.
“Evaluasi berkala penting untuk memastikan program berjalan sesuai target,” katanya.
Pemkot Makassar sendiri menargetkan program Makassar Bebas Sampah 2029. Salah satu strategi yang ditempuh adalah mendorong pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam dua tahun ke depan.
Selain itu, kebijakan larangan sampah organik masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga mulai diterapkan. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat mengelola sampah langsung dari sumbernya.
Melinda juga meminta penyuluh aktif berkolaborasi dengan RT/RW dan lurah setempat agar program berjalan efektif di tingkat wilayah.
“Saya harap ada kerja sama kuat di lapangan. RT/RW juga punya indikator kebersihan yang harus dipenuhi,” tegasnya.
Sementara itu, Helmy Budiman menyebut rapat tersebut turut membahas rencana pembenahan TPA Tamangapa di Kecamatan Manggala.
Ia menekankan pentingnya komitmen penyuluh dalam menjalankan tugas, termasuk laporan mingguan, monitoring bulanan, serta evaluasi berkala.
“Dengan sistem kerja yang terukur, kita optimistis target pengelolaan sampah bisa tercapai maksimal,” ujarnya.
Melalui penguatan peran penyuluh yang lebih terstruktur dan kolaboratif, Pemkot Makassar optimistis penanganan darurat sampah dapat berjalan lebih efektif.
