mediasulsel.id – Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menyoroti kualitas loket layanan pertanahan. Nusron meminta petugas loket dibekali product knowledge dan hospitality agar pelayanan ke masyarakat berjalan lebih jelas dan optimal.
“Ini perlu adanya assesment ulang para petugas loket di semua Kantah-kantah besar ini. Nantinya mereka akan dibekali pembinaan khusus product knowledge atau pengetahuan, lalu yang kedua adalah hospitality. Kombinasi dua ini penting,” kata Nusron.
Pernyataan itu disampaikan Nusron saat kegiatan Pembinaan Jajaran Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta di Kantor Pertanahan Kota Administratif Jakarta Timur, Selasa (13/1/2026).
Menurut Nusron, keseragaman pemahaman terhadap produk layanan, ditambah sikap melayani yang baik, akan membuat informasi layanan pertanahan tersampaikan secara komprehensif ke masyarakat.

Lihat Juga: ATR/BPN Cetak 1,2 Juta Sertipikat PTSL Sepanjang 2025, Bidang Terdaftar Tembus 97,4 Juta
Nusron mencontohkan persoalan yang kerap terjadi ketika pemohon harus bolak-balik karena syarat berubah-ubah. “Jadi makanya ini hospitality tim loket itu. Hari ini berkas kurang persyaratan A, besok datang lagi kurang persyaratan B, besok ganti lagi, kan tidak komprehensif,” ujarnya.
Selain pembekalan, Nusron menekankan pentingnya sinkronisasi antara loket pelayanan (front office) dan back office di kantor pertanahan. Ia menyebut masih ada tantangan di lapangan yang bersumber dari ketidaksinkronan proses di dua lini tersebut.
“Nantinya petugas loket dan front office diberi pembinaan di BPSDM. Penting ini petugas loket, karena front end kita kan di situ,” jelas Nusron.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR) Virgo Eresta Jaya. Ia menilai, selain pembinaan bagi petugas loket, penguatan koordinasi juga harus datang dari pimpinan kantor pertanahan.
“Dari Kepala Kantor juga harus singkronkan antara tugas petugas loket, manager loket dan back office. Itu dulu tugasnya untuk Kepala Kantor. Semisal berkas ditolak karena persyaratan ini, ya pastikan ada (satu kesepahaman),” kata Virgo.
Dalam kegiatan tersebut, para Kepala Kantor Pertanahan di lingkungan Kanwil BPN DKI Jakarta memaparkan progres pelayanan serta tantangan di masing-masing kantor.
Kegiatan ini turut dihadiri Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Asnaedi, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Strategis dan Kerja Sama Antarlembaga Muda Saleh, sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN, serta para pejabat administrator di lingkungan Kanwil BPN DKI Jakarta.










