Nusron Puji Langkah Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Lingkungan

oleh -4 Dilihat
oleh
WhatsAppImage2026 02 09at13.39.54 1
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan Gedung Umat di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

mediasulsel.id – Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan pentingnya tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat di tengah bencana alam yang melanda sejumlah daerah, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut harus diperkuat dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini, kesinambungan gotong royong kita lanjutkan dengan pendekatan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan berkeadilan. Negara bertanggung jawab melindungi rakyat, terutama kelompok paling rentan agar mampu bangkit secara bermartabat dari setiap musibah,” ujar Nusron saat Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

banner DPRD Makassar 728x90

Dalam kesempatan itu, Nusron yang baru dilantik sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa kesinambungan tanggung jawab negara dan gotong royong telah ditunjukkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pemerintah terus meningkatkan kesiapsiagaan serta penanganan bencana dengan menempatkan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama.

Salah satu langkah konkret yang disoroti Nusron adalah pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang terbukti merusak lingkungan dan memicu banjir. Meski begitu, ia menilai kebijakan tersebut harus diikuti dengan proses hukum.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden. Namun pencabutan izin saja tidak cukup, harus ditindaklanjuti dengan tindakan hukum karena merusak lingkungan merupakan kejahatan luar biasa yang harus dihukum berat, baik di dunia maupun akhirat,” tegasnya.

Selain upaya pemerintah, Nusron menyebut MUI turut berperan dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi rehabilitasi tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta perbaikan 500 rumah bagi guru mengaji dan marbot.

“Semua ini dilakukan agar Majelis Ulama dan ormas Islam senantiasa memberikan manfaat nyata kepada umat manusia. Insyaallah bangsa Indonesia akan kuat. Tanggung jawab mengatasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk para tokoh agama,” pungkasnya.

Acara bertajuk Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, para menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih, serta sekitar 58 ribu jemaah dari perwakilan MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.