PAD Takalar Tembus 106 Persen pada Target 2026, Kepala Bapenda: Saya Tak Bisa Jawab

oleh -7 Dilihat
oleh
PAD Takalar Lampaui Target 2026, Kepala Bapenda Pilih Bungkam
PAD Takalar Lampaui Target 2026, Kepala Bapenda Pilih Bungkam

TAKALAR — Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor parkir menjadi penyumbang tertinggi dalam realisasi pajak daerah Kabupaten Takalar. Dari target Rp250 juta, penerimaan pajak parkir menembus Rp522,87 juta atau mencapai 209,15 persen.

dikutip di Tribun Timur , Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Takalar, Rusdi, menyebut lonjakan tersebut merupakan hasil penertiban serta penguatan pengawasan di lapangan.

banner DPRD Makassar 728x90

“Lonjakan pajak parkir ini tidak terlepas dari penataan titik parkir, peningkatan pengawasan, serta penertiban terhadap potensi kebocoran yang selama ini terjadi,” ujar Rusdi.

Selain PBJT parkir, kinerja positif juga terlihat pada PBJT hotel yang terealisasi 117,47 persen dan PBJT restoran sebesar 110,44 persen.

Pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) turut melampaui target. Dari target Rp7,3 miliar, realisasinya mencapai Rp7,88 miliar atau 108,08 persen. Sementara Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tercatat Rp5,72 miliar dari target Rp5,34 miliar atau 107,19 persen.

Di sektor opsen, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai 110,27 persen, sedangkan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi 102,21 persen.

Meski secara umum melampaui target, masih terdapat jenis pajak yang belum optimal. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan baru terealisasi Rp1,67 juta dari target Rp28 juta atau sekitar 5,97 persen.

Menanggapi hal itu, Rusdi sebelumnya menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengoptimalkan potensi yang ada.

“Untuk sektor yang masih rendah, kami akan melakukan pendataan ulang potensi, memperkuat pengawasan, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar realisasinya dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengapresiasi kinerja Bapenda atas capaian pajak daerah yang melampaui target. Ia juga meminta agar sektor yang masih rendah menjadi fokus pembenahan ke depan.

“Potensi yang belum tergarap maksimal harus segera dibenahi agar ke depan PAD Takalar semakin kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditemui di kantornya terkait strategi peningkatan PAD 2026, Kepala Bapenda Takalar, Rusdi, enggan memberikan keterangan.

Reporter mediasulsel.id yang telah menunggu cukup lama tidak memperoleh penjelasan. Rusdi hanya memberikan jawaban singkat sambil bergegas.

“Saya sibuk, saya tidak bisa jawab,” ujarnya.

Ia juga menyebut tengah menerima tamu dari BPK. “Saya lagi ada tamu dari BPK,” tambahnya singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.