Pasca Penertiban PKL, Kabid Drainase Pastikan Pengerukan Dipercepat, Aduan Warga via Aplikasi Lontara Segera Ditangani

oleh -19 Dilihat
oleh
WhatsAppImage2026 02 05at11.23.51
Pasca Penertiban PKL, Kabid Drainase Luqmanul Hakim Pastikan Pengerukan Dipercepat dan Aduan Warga Segera Ditangani

mediasulsel.id – Makassar – Satuan tugas (satgas) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar bergerak cepat mengeksekusi pengerukan sejumlah drainase yang telah ditertibkan dalam beberapa hari terakhir. Salah satu lokasi yang dikerjakan berada di Jalan Datu Museng, bersama sejumlah titik lain yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas PU Makassar, Luqmanul Hakim, mengatakan tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengurukan dan pembersihan saluran guna memastikan aliran air kembali normal.

“Drainase yang sudah ditertibkan langsung kami eksekusi. Kemarin tim turun di Datu Museng dan beberapa tempat lain untuk melakukan pengerukan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, setiap pekerjaan drainase yang masuk melalui aplikasi Lontara akan segera ditindaklanjuti setelah melalui proses verifikasi. Aduan masyarakat tersebut terlebih dahulu dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebelum diteruskan ke Dinas PU untuk dieksekusi di lapangan.

“Kalau sudah masuk di aplikasi Lontara, pasti kami tindak lanjuti. Setelah diverifikasi oleh Kominfo, barulah tim kami bergerak melakukan pekerjaan, apakah itu pengerukan atau perbaikan drainase,” jelasnya.

Menurut Luqmanul, pihaknya berkomitmen memaksimalkan setiap laporan yang masuk agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Di sisi lain, ia juga memaparkan kondisi pembangunan drainase pada tahun berjalan. Meski pagu anggaran mengalami penurunan signifikan, Dinas PU tetap berupaya mengoptimalkan program yang telah direncanakan.

“Tahun ini ada 24 pembangunan drainase baru dan sekitar 20 kegiatan rehabilitasi. Memang ada penurunan anggaran, tetapi kami tetap memaksimalkan yang tersedia,” katanya.

Fokus pembangunan drainase, lanjutnya, masih mengacu pada arahan Wali Kota Makassar untuk mengurangi titik genangan, terutama di kawasan pusat kota.

“Tahun ini kami fokus di kawasan A.P. Pettarani dan Jalan Sulawesi, selain Manggala. Kami juga akan membangun sumur resapan di beberapa titik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembangunan drainase tidak semata-mata bertujuan mengalirkan air, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk kondisi air tanah.

“Kita harus menjaga air tanah. Tidak semua air harus dialirkan keluar, sehingga pembangunan harus memperhatikan aspek keberlanjutan,” tuturnya.

Pada 2026, Dinas PU kembali memprioritaskan penanganan aduan masyarakat melalui aplikasi Lontara. Penanganan cepat tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap capaian kinerja positif pada tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 kami mendapat penilaian kinerja baik. Itu berkat kerja keras tim di lapangan yang rutin melakukan pengurukan dan pembersihan saluran,” katanya.

Luqmanul juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam drainase karena menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air.

“Yang paling sering kami temukan di lapangan adalah sampah, dan ini sangat mempengaruhi kinerja drainase,” pungkasnya.