Mediasulsel.id, Sleman, Minggu, 07/06/2026 – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan kedinasan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Kampus di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan tanah dan ruang seiring meningkatnya kompleksitas pembangunan nasional. Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan empat program studi sarjana terapan yang dirancang secara multidisiplin. Pendidikan berasrama juga diterapkan untuk membentuk karakter dan integritas para taruna.
Empat Program Studi untuk Kebutuhan Pembangunan
Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menyebut institusinya berfokus secara khusus pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah. Fokus tersebut membuat proses pembelajaran mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan yang saling berkaitan.
“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah,” ujar Sri Yanti Achmad, Senin, 29/06/2026.
Keempat program studi yang ditawarkan meliputi Sarjana Terapan Pertanahan, Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan. Setiap program studi dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi di bidang administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, serta survei dan pemetaan yang didukung kemampuan pengelolaan data spasial.
Pendidikan Karakter Melalui Sistem Berasrama
Sri Yanti Achmad menjelaskan bahwa persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pemetaan atau pengukuran tanah, tetapi juga mencakup aspek hukum, kepastian subjek dan objek hak atas tanah, penataan ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian. Kurikulum dirancang agar lulusan memiliki kompetensi komprehensif dan mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan kebijakan agraria di Indonesia.
Selain penguasaan keterampilan teknis, sistem pendidikan berasrama diterapkan sebagai sarana pembentukan karakter. “Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau hard skill, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” jelas Sri Yanti Achmad.
Sri Yanti Achmad juga mengajak siswa kelas XII SMA atau sederajat yang sedang mencari perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai pilihan. Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan taruna baru dapat diakses melalui laman resmi stpn.ac.id atau akun media sosial resmi kampus.
