Sambut MTQ Korpri Nasional, Pemkab Pangkep Gelontorkan Rp 1,5 Miliar Revitalisasi Alun-Alun Citra Mas

oleh -11 Dilihat
oleh
Screenshot2026 06 19110715

mediasulsel.id PANGKEP – Pemerintah Kabupaten Pangkep menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk merevitalisasi Alun-Alun Citra Mas menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri tingkat nasional yang akan digelar pada Agustus 2026.

Revitalisasi dilakukan karena Pangkep menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan MTQ Korpri yang akan dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkep mengatakan kondisi Alun-Alun Citra Mas saat ini sudah memerlukan pembenahan karena sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.

“Alun-Alun Citra Mas akan kita benahi untuk menyambut MTQ Korpri nasional. Saat ini kondisi paving blok sudah banyak yang rusak, sebagian area juga sering tergenang saat hujan,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan revitalisasi meliputi pemasangan paving blok secara menyeluruh, pembangunan dan perbaikan sistem drainase, pembersihan kawasan alun-alun, pengecatan fasilitas, hingga pembangunan kamar mandi baru.

“Selama ini paving blok yang terpasang baru sebagian. Ke depan akan dipasang secara keseluruhan agar kawasan alun-alun lebih representatif dan nyaman digunakan,” katanya.

Selain mempercantik wajah kota, pemerintah daerah berharap pelaksanaan MTQ Korpri Nasional dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami berharap kehadiran peserta dan tamu dari seluruh Indonesia dapat menggerakkan sektor ekonomi daerah, terutama UMKM yang ada di Kabupaten Pangkep,” jelasnya.

Kantor Kelurahan Juga Akan Dibenahi

Selain revitalisasi Alun-Alun Citra Mas, Pemkab Pangkep juga berencana melakukan perbaikan sejumlah kantor kelurahan yang dinilai sudah tidak layak untuk menunjang pelayanan publik.

Dua kantor kelurahan yang menjadi prioritas pembenahan adalah Kelurahan Minasatene dan Kelurahan Padoang-doangan.

Pemerintah daerah menargetkan pekerjaan tersebut dapat masuk dalam Anggaran Perubahan 2026. Jika belum memungkinkan, program tersebut akan diusulkan kembali pada Anggaran Pokok Tahun 2027.

“Kita usahakan masuk pada anggaran perubahan tahun ini. Kalau belum memungkinkan, akan dianggarkan pada APBD pokok tahun depan,” ungkapnya.

Sementara untuk Kantor Kelurahan Padoang-doangan, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum rampung sejak proses perbaikan sebelumnya.

“Masih ada beberapa bagian yang perlu diselesaikan, seperti lantai dan dinding bangunan. Mudah-mudahan bisa segera kita tuntaskan ketika anggarannya tersedia,” tutupnya.