PendidikanMakassar

SD Negeri Baraya I Makassar Terapkan LENTERA untuk Literasi Kelas Rendah

1
Siswa SD Negeri Baraya I Makassar mengikuti kegiatan belajar di area tanaman sekolah dalam program LENTERA
Siswa SD Negeri Baraya I Makassar mengikuti kegiatan di area tanaman sekolah. Foto: dokumentasi kegiatan.

mediasulsel.id, Makassar, Kamis, 08/10/2026 — SD Negeri Baraya I Makassar mulai menerapkan program LENTERA bagi siswa kelas 1 hingga 3 sejak Juli 2026. Inovasi pembelajaran ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian anak, setelah sekolah mengevaluasi Rapor Mutu Pendidikan.

Program LENTERA SD Negeri Baraya I untuk Kelas Rendah

LENTERA merupakan singkatan dari Literasi dan Numerasi Terintegrasi melalui Teknologi, Eksplorasi, Refleksi, dan Aktivitas Kontekstual. Keempat unsur tersebut menjadi cara sekolah mengajak siswa berlatih memahami bacaan dan bilangan melalui pengalaman belajar yang beragam.

Kepala UPTD SPF SD Negeri Baraya I, Nismawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut disusun berdasarkan evaluasi sekolah atas Rapor Mutu Pendidikan. Sekolah menilai penguatan kemampuan dasar perlu diberikan dengan cara yang menarik bagi anak kelas rendah.

“Inovasi LENTERA ini kami rancang agar belajar membaca, menulis, dan berhitung tidak lagi membosankan bagi anak kelas rendah. Kami integrasikan dengan Teknologi, Eksplorasi lingkungan, Refleksi, dan Aktivitas Kontekstual yang dekat dengan dunia anak,” ujar Nismawati dalam keterangannya pada Juli 2026.

Dalam unsur teknologi, guru menggunakan media digital interaktif dan video pembelajaran. Melalui eksplorasi, siswa diajak mengamati lingkungan sekolah, lalu menggunakan hasil pengamatan sebagai bahan membaca, menulis, atau bercerita.

Setelah kegiatan, siswa diminta menceritakan kembali hal yang dipelajari dengan bahasa mereka sendiri. Tahap refleksi itu membantu guru melihat pemahaman anak, bukan sekadar apakah tugas sudah dikerjakan.

Belajar Berhitung dan Membaca dari Kegiatan Sehari-hari

Pembelajaran kontekstual dalam LENTERA memanfaatkan kegiatan nyata, antara lain berkebun, memilah sampah, dan simulasi jual beli sederhana dalam market day sekolah. Kegiatan tersebut dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk membaca petunjuk, mengenali benda, menghitung jumlah, dan menjelaskan hasil pengamatan.

Menurut Nismawati, perhatian pada kelas 1, 2, dan 3 penting karena kemampuan dasar yang dibangun pada jenjang ini akan digunakan siswa saat menghadapi pelajaran di kelas berikutnya.

“Kalau di kelas rendah fondasinya sudah kuat, maka di kelas tinggi mereka tidak akan kesulitan. Target kami jelas, literasi dan numerasi pada Rapor Mutu Pendidikan SD Negeri Baraya I harus meningkat signifikan tahun ini. Bukan hanya angka, tapi anak benar-benar paham dan cinta membaca,” katanya.

Sekolah menargetkan peningkatan literasi dan numerasi dalam evaluasi berikutnya. Rilis sekolah belum memuat angka awal, hasil pengukuran setelah program berjalan, atau jadwal penilaian, sehingga capaian LENTERA masih perlu dilihat melalui evaluasi pembelajaran dan Rapor Mutu berikutnya.

Exit mobile version