Artikel

Sekolah di Makassar Rame-Rame Kegiatan di Hotel, Lukman Sentil Dinas Pendidikan: Mana Efisiensinya?

4
WhatsApp Image 2026 10 22 at 12.19.22 20kb
Pemerhati pendidikan, Lukman

MAKASSAR, MEDIASULSEL.ID – Maraknya kegiatan pertemuan, bimbingan teknis (bimtek), dan sosialisasi yang melibatkan sekolah di sejumlah hotel di Kota Makassar menuai sorotan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Pemerhati pendidikan, Lukman, mempertanyakan penggunaan fasilitas hotel untuk kegiatan pendidikan ketika pemerintah tengah mendorong penghematan belanja.

Hal tersebut disampaikan Lukman saat ditemui di salah satu warung kopi di Kota Makassar, Jumat (23/10/2026).

Lukman menilai penyelenggara kegiatan pendidikan perlu memberikan penjelasan mengenai urgensi penggunaan hotel, terutama apabila masih tersedia aula sekolah maupun gedung pertemuan milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan.

Menurutnya, kegiatan peningkatan kompetensi guru, sosialisasi, dan pembinaan sekolah memang penting. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan prinsip efektivitas dan efisiensi anggaran.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi mengenai sumber pembiayaan kegiatan, baik yang berasal dari anggaran pemerintah maupun sumber pendanaan lainnya.

Selain itu, Lukman mendorong agar setiap kegiatan memiliki hasil yang jelas dan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa masih banyak kebutuhan sekolah yang memerlukan perhatian, mulai dari perbaikan ruang kelas, penyediaan fasilitas pembelajaran, hingga peningkatan sarana pendidikan bagi peserta didik.

Karena itu, penggunaan anggaran pendidikan diharapkan lebih memprioritaskan kebutuhan yang berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan.

Lukman berharap Dinas Pendidikan Kota Makassar dan pihak penyelenggara kegiatan dapat mengevaluasi pemilihan tempat pelaksanaan pertemuan maupun bimtek agar sejalan dengan semangat efisiensi anggaran.

Meski demikian, pelaksanaan kegiatan pendidikan di hotel tidak otomatis merupakan pelanggaran. Penilaiannya tetap harus mempertimbangkan kebutuhan kegiatan, ketentuan pembiayaan, ketersediaan fasilitas, dan hasil yang dicapai.

Sorotan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama agar setiap anggaran pendidikan digunakan secara transparan, efektif, dan tepat sasaran.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan Kota Makassar mengenai kritik tersebut.

Exit mobile version