Pendidikan

SMPN 31 Makassar Libatkan Orang Tua Perkuat Karakter Siswa

2
UPT SPF SMPN 31 Makassar Dr. Hj. Salmah, S. Pd, M. Pd
UPT SPF SMPN 31 Makassar Dr. Hj. Salmah, S. Pd, M. Pd

mediasulsel.id, Makassar, Kamis, 30/07/2026 — UPT SPF SMP Negeri 31 Makassar memperkuat pembinaan karakter siswa dengan melibatkan orang tua melalui pertemuan sekolah, sosialisasi tata tertib, pengenalan program, serta rencana pengembangan kegiatan tahfiz sebagai ekstrakurikuler.

SMPN 31 Makassar Perkuat Sinergi dengan Orang Tua

Kepala UPT SPF SMP Negeri 31 Makassar, Dr. Hj. Salmah, S.Pd., M.Pd., mengatakan pertemuan bersama orang tua digelar untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara keluarga dan pihak sekolah.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi agar guru dan orang tua saling mengenal serta memahami aturan yang berlaku selama proses pendidikan berlangsung.

Sekolah menyampaikan tata tertib, pola pembinaan karakter, dan sejumlah program yang akan dijalankan untuk mendukung perkembangan siswa di lingkungan sekolah.

“Tanggung jawab pendidikan adalah orang tua, sekolah, dan tentunya masyarakat,” kata Dr. Hj. Salmah dalam keterangannya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua sangat menentukan keberhasilan pembinaan karena kebiasaan, kedisiplinan, dan sikap siswa terbentuk melalui proses yang berlangsung di rumah maupun di sekolah.

Karena itu, setiap program sekolah perlu diketahui oleh orang tua agar pendampingan terhadap siswa dapat dilakukan dengan arah yang sama.

Salmah menilai komunikasi yang terjaga juga membantu sekolah memperoleh masukan secara langsung mengenai kebutuhan peserta didik.

Pertemuan bersama orang tua tidak hanya membahas aturan, tetapi juga memperkenalkan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi ruang pengembangan minat, bakat, dan karakter siswa.

Program Tahfiz Disiapkan sebagai Ekstrakurikuler

Salah satu masukan yang mendapat respons positif adalah usulan menghadirkan program tambahan di bidang keagamaan, khususnya kegiatan menghafal Al-Qur’an atau tahfiz.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan guru Pendidikan Agama Islam untuk menyiapkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari ekstrakurikuler.

Guru agama menyatakan kesiapan memberikan pendampingan pada hari Sabtu agar siswa yang berminat memiliki waktu khusus untuk belajar dan meningkatkan hafalan.

Program ini diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan positif.

Orang tua disebut memberikan respons baik terhadap rencana tersebut karena dinilai dapat menambah pilihan kegiatan yang bermanfaat bagi siswa di luar pembelajaran utama.

Sekolah selanjutnya akan menyesuaikan pelaksanaan program dengan kesiapan guru, kebutuhan siswa, dan pengaturan kegiatan agar tidak mengganggu proses belajar reguler.

Melalui kolaborasi tersebut, SMPN 31 Makassar berharap pembinaan karakter tidak berhenti pada penyampaian aturan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang didukung secara bersama oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Sinergi dengan orang tua juga menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program pendidikan berjalan lebih terarah dan memberi dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.

Exit mobile version