Makassar

SPMB 2026 Makassar: Server Dipisah, Pemkot Klaim Sistem Lebih Transparan

0
31d49c83000bda67d14c126327a35b31

MAKASSAR, Mediasulsel.id – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu pembaruan yang dilakukan ialah memisahkan sistem server berdasarkan jenjang pendidikan untuk meningkatkan stabilitas layanan selama proses pendaftaran.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan akses yang sempat terjadi pada pelaksanaan penerimaan siswa tahun sebelumnya. Tahun ini, sistem dibagi menjadi tiga server berbeda yang masing-masing melayani jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan masa simulasi dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis sebelum pendaftaran resmi dibuka. Penyempurnaan itu mencakup penyederhanaan proses login menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), integrasi data dengan Kementerian Pendidikan, hingga penyediaan kanal pengaduan bagi masyarakat.

Menurutnya, seluruh pembaruan tersebut dilakukan untuk menghadirkan sistem penerimaan yang lebih transparan, mudah diakses, dan akuntabel.

Selain pembenahan teknologi, Disdik Makassar juga memperpanjang masa simulasi hingga 21 Mei 2026. Langkah itu diambil agar seluruh fitur pada platform Lontara+ dapat diuji secara maksimal sebelum digunakan saat pendaftaran resmi.

Di sisi sumber daya manusia, operator sekolah di seluruh jenjang pendidikan juga mendapatkan bimbingan teknis agar memahami mekanisme sistem terbaru. Dengan demikian, potensi kendala saat proses verifikasi maupun pelayanan kepada masyarakat dapat diminimalkan.

Pemerintah Kota Makassar juga tetap membuka layanan bantuan di setiap sekolah. Orang tua maupun calon peserta didik yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran daring dapat langsung mendatangi sekolah untuk memperoleh pendampingan dari petugas yang telah disiapkan.

Khusus wilayah kepulauan seperti Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Disdik menyiapkan skema khusus apabila keterbatasan jaringan internet menghambat proses pendaftaran. Dalam kondisi tertentu, mekanisme pendaftaran secara luring (offline) tetap disediakan sebagai alternatif.

Sementara itu, Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan sistem Lontara+ kini dilengkapi dashboard pemantauan yang memungkinkan Dinas Pendidikan memonitor proses SPMB secara real time.

Melalui dashboard tersebut, pemerintah dapat memantau jumlah pendaftar, progres verifikasi berkas, hingga kinerja operator sekolah. Jika ditemukan keterlambatan dalam proses pelayanan, evaluasi dapat segera dilakukan agar tidak menghambat tahapan seleksi.

Selain itu, sistem juga telah melalui uji ketahanan dengan simulasi beban akses yang mencapai tiga kali lipat dari perkiraan jumlah pengguna saat pendaftaran berlangsung. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan layanan tetap stabil ketika diakses secara bersamaan oleh masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar berharap berbagai pembenahan tersebut dapat membuat pelaksanaan SPMB 2026 berlangsung lebih lancar, transparan, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua.

Exit mobile version