JAKARTA, Mediasulsel.id – Dedikasi tinggi dalam merawat memori kolektif bangsa sekaligus menjaga kepastian hukum kembali membuahkan hasil manis. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) secara resmi menerima penghargaan bergengsi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas keberhasilannya dalam melakukan penyelamatan dan pelestarian arsip bernilai sejarah tinggi.
Apresiasi tingkat nasional ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen berkelanjutan Kementerian ATR/BPN dalam menata, mengamankan, serta mentransformasikan jutaan warkah pertanahan. Di tengah dinamisnya tata ruang negara, keberadaan arsip yang valid, utuh, dan terkelola dengan baik merupakan urat nadi bagi jaminan perlindungan aset negara dan hak keperdataan masyarakat luas.
Merespons capaian positif tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah garis finis. Sebaliknya, hal ini harus menjadi momentum pelecut semangat bagi seluruh satuan kerja di daerah untuk terus mengakselerasi tertib administrasi, terutama di era disrupsi digital.
“Seluruh jajaran harus secara konkret mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan kearsipan sehingga mampu menjawab tantangan hukum dan kebutuhan organisasi ke depan,” tegas Dalu Agung Darmawan memberikan instruksi secara lugas.
Lebih jauh, pelestarian dokumen pertanahan ini dinilai sangat krusial, bukan lagi sekadar urusan membenahi tumpukan kertas semata. Dokumen-dokumen kesejarahan tersebut adalah instrumen alat bukti negara yang tak tergantikan, sekaligus fondasi utama dalam menciptakan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mencegah sengketa dan praktik mafia tanah.
Prosesi seremonial penyerahan penghargaan ini menjadi salah satu agenda puncak dalam perhelatan Webinar Kearsipan Kementerian ATR/BPN Tahun 2026 yang dihelat di Jakarta, pada Rabu (6/5/2026). Plakat apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito, dan diterima secara istimewa oleh Sekjen ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, disaksikan oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta pengelola arsip dari seluruh penjuru Tanah Air.
