Tangis Ibu Relawan Makassar Minta Prabowo Selamatkan Anak yang Disandera Israel: “Dia Bukan Teroris”

oleh -1 Dilihat
oleh
Tangis Ibu Relawan Makassar Minta Prabowo Selamatkan Anak yang Disandera Israel: "Dia Bukan Teroris"
Tangis Ibu Relawan Makassar Minta Prabowo Selamatkan Anak yang Disandera Israel: "Dia Bukan Teroris"

mediasulsel.id  – Seorang ibu asal Makassar, Sutrawati Kaharuddin (52), memohon kepada pemerintah Indonesia agar menyelamatkan putranya, Andi Angga Prasadewa (32), yang diduga disandera oleh tentara Israel saat menjalani misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina. “Anak saya bukan teroris, dia aktivis kemanusiaan,” katanya, Rabu, Mei 20, 2026, di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar.

Mediasulsel.id, Makassar, Rabu, Mei 20, 2026 — Sutrawati kehilangan kontak dengan putranya beberapa waktu lalu saat Angga tengah berlayar membawa bantuan untuk warga Palestina. Ia tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla bersama sejumlah aktivis dan jurnalis dari berbagai negara.

Kronologi Misi yang Berujung Penyanderaan

Andi Angga Prasadewa diketahui berangkat dari Indonesia menuju Turki menggunakan pesawat. Di sana, para relawan menjalani pelatihan selama sekitar sepekan sebelum berlayar melalui jalur laut menuju Gaza. Namun, kapal yang mereka tumpangi dikabarkan dicegat oleh tentara Israel di perairan dekat Siprus.

“Informasinya setelah beberapa hari berlayar mereka dicegat. Katanya ada delegasi Indonesia juga di dalam rombongan itu,” ujar Sutrawati. Ia menyebut Angga menjadi satu-satunya peserta asal Sulawesi Selatan dalam misi tersebut. Sebagian besar relawan lain berasal dari Pulau Jawa.

Menurut informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Angga berada di kapal Josef dalam rombongan Global Sumud Flotilla. Selain dia, terdapat sejumlah WNI lain, antara lain jurnalis Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, dan Bambang Noroyono yang berada di kapal berbeda.

Harapan Ibu kepada Pemerintah

Sutrawati mengaku hanya ingin anaknya pulang dalam keadaan selamat. Dengan suara bergetar, ia memohon perhatian Presiden Prabowo Subianto agar segera membantu proses penyelamatan para relawan. “Saya mohon kepada pemerintah, terutama Bapak Prabowo, tolong selamatkan anak saya. Dia bukan teroris, dia aktivis kemanusiaan,” katanya.

Ia menegaskan Angga berangkat bukan untuk membawa senjata atau terlibat konflik bersenjata. Putranya hanya ingin menyalurkan bantuan bagi warga sipil yang membutuhkan. “Anak saya cuma bawa bantuan kemanusiaan untuk orang-orang di Palestina,” ucapnya.

Sejak berita penyanderaan ini mencuat, keluarga belum mendapatkan kepastian dari pihak berwenang. Sutrawati berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan putranya dan seluruh relawan yang ditahan.