mediasulsel.id – Makassar – Keluhan warga Sulawesi Selatan terkait kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang mendadak tidak aktif ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah warga mengaku baru mengetahui kepesertaan mereka nonaktif saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.
Isu ini menjadi sorotan setelah unggahan dari akun komunitas Info Takalar viral dan memicu gelombang keluhan serupa. Dalam postingan tersebut, warga meminta Presiden Prabowo agar mengaktifkan kembali layanan BPJS gratis, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Sulsel.
Tak hanya di Info Takalar, laporan serupa juga ramai dibagikan oleh akun komunitas seperti Info Jeneponto, Info Makassar, hingga beberapa akun daerah lainnya. Banyak warganet mengaku mengalami kartu nonaktif tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Pak Prabowo tolong aktifkan kembali BPJS gratis terutama di Sulawesi Selatan,” tulis salah satu unggahan yang disertai emoji tangis dan doa. Postingan itu mendapat ratusan reaksi, puluhan komentar, serta dibagikan berkali-kali.
Di kolom komentar, warga menduga penonaktifan terjadi akibat pendataan ekonomi terbaru atau penerapan sistem klasifikasi desil yang menentukan kelayakan penerima bantuan iuran pemerintah.
“Sekarang BPJS atau KIS pakai desil, banyak yang tidak diaktifkan,” tulis seorang pengguna.
Warga lainnya mengaku kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka tidak mampu membayar iuran mandiri. Ketika kartu dinonaktifkan, mereka pun kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Saya juga tidak aktif KIS-ku, paling susah karena tidak ada pekerjaan dan punya anak tiga,” keluh seorang netizen.
Keluhan ini memicu perdebatan di media sosial terkait pentingnya jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Warga pun berharap pemerintah segera mengevaluasi kebijakan agar akses layanan kesehatan tetap terjamin.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari instansi berwenang terkait penyebab penonaktifan massal kartu BPJS/KIS tersebut.












