, ,

Wamenkes Tinjau Program Pemberantasan TBC di Makassar, Munafri Target Nol Kasus 2-3 Tahun

oleh -17 Dilihat
oleh
a7ebbb5a 26cc 4201 aaed 0743b71df6f7 1
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benyamin Paulus Octavianus saat meninjau pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (13/1/2026). Kunjungan ini untuk memastikan program pemberantasan TBC berjalan optimal hingga tingkat layanan dasar.

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benyamin Paulus Octavianus saat meninjau inovasi “Hantu Mesra” di Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Makassar, Selasa (13/1/2026). Program ini menjadi salah satu cara Pemkot Makassar memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) lewat pendekatan jemput bola ke rumah warga.

Kunjungan kerja Wamenkes dilakukan untuk melihat langsung implementasi program prioritas Presiden RI di sektor kesehatan, khususnya penanggulangan TBC. Rangkaian agenda dimulai di Kantor Kelurahan Ballaparang, lalu dilanjutkan peninjauan ke rumah penyintas TBC serta kunjungan ke Puskesmas Ballaparang.

banner DPRD Makassar 728x90

“Hari ini saya melakukan kunjungan di Makassar, khusus ke Puskesmas Ballaparang bersama Pak Wali Kota. Tujuannya melihat dan menekan penurunan, sesuai arahan pak Presiden, adalah menjalankan program pemberantasan tuberkulosis secara nasional,” kata Benyamin.

Benyamin menyebut kedatangannya juga untuk memastikan program quick wins di layanan dasar berjalan optimal. Ia menilai Puskesmas Ballaparang punya keunggulan lewat inovasi “Hantu Mesra”, singkatan dari Hunting Tuberkulosis dengan Metode Mengetuk Sayang Rumah Warga.

“Melalui program ini, petugas mendatangi rumah warga, meningkatkan active case finding, dan jika ditemukan orang sakit langsung dilakukan prinsip TOSS TB, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” ujarnya.

Menurut Benyamin, pemerintah pusat menargetkan penurunan TBC secara nasional dari Aceh hingga Papua. Karena itu, metode yang dinilai efektif di daerah akan didorong menjadi bagian dari strategi penanganan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Benyamin juga menyinggung posisi Sulawesi Selatan sebagai wilayah prioritas karena masuk kelompok provinsi dengan kasus TBC tertinggi. Ia menyebut pada 2025 terdapat 9.885 kasus TBC di Makassar yang telah diobati dan akan diikuti penelusuran kontak erat terhadap keluarga pasien.

“Kalau ada hampir 10 ribu kasus, berarti ada ribuan rumah yang harus dikunjungi. Seluruh anggota keluarga harus diperiksa gratis, bukan hanya untuk TBC, tetapi juga dicek gula darah, tekanan darah, dan dilakukan foto rontgen,” tuturnya.

Untuk mendukung pemeriksaan lapangan, Kemenkes akan menyalurkan bantuan alat rontgen portabel. Benyamin menyebut alat ini ringan dan dapat digunakan hingga level kelurahan dan rumah warga.

“Kami akan menyerahkan alat rontgen portabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Bisa digunakan di puskesmas, kantor kelurahan, bahkan langsung ke rumah warga. Ini akan sangat mempermudah proses diagnosis,” jelasnya.

Khusus Makassar, Benyamin menyebut pemerintah pusat menargetkan penyaluran sekitar 20 unit rontgen portabel. Dengan kapasitas satu alat melayani sekitar 3.000 pasien, ia memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat menjalani pemeriksaan sepanjang 2026.

Sementara itu, Munafri mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan menilai kunjungan Wamenkes menjadi penguat semangat bagi Pemkot Makassar untuk menekan TBC. Ia menegaskan inovasi layanan kesehatan perlu menjangkau warga secara langsung, terutama untuk menghadapi stigma yang membuat sebagian orang enggan memeriksakan diri.

“Pak Wamen telah memberikan support yang sangat luar biasa. Ini tentu menjadi semangat bagi kami untuk menyelesaikan persoalan TBC di Kota Makassar,” kata Munafri.

Munafri menilai “Hantu Mesra” efektif karena tidak menunggu pasien datang, tetapi mendatangi warga untuk pemeriksaan dan edukasi. Menurutnya, cara ini membantu mengatasi hambatan sosial karena masih banyak warga takut diketahui sakit.

“Dengan metode mengetuk pintu rumah warga, ini menjadi jalan keluar yang sangat efektif,” ujarnya.

Munafri juga mematok target penurunan kasus secara agresif melalui intervensi serius dan kolaborasi lintas sektor. Ia berharap persoalan TBC di Makassar bisa dituntaskan dalam beberapa tahun ke depan.

“Target kita jelas, nol TBC dalam 2 sampai 3 tahun ke depan. Kita intervensi secara maksimal, dan mudah-mudahan pada 2029 persoalan TBC di Makassar bisa kita tuntaskan hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.

Pemkot Makassar, kata Munafri, akan terus mendorong program-program kesehatan yang mudah diakses masyarakat, termasuk inovasi Puskesmas Ballaparang. Ia berharap pelaksanaan “Hantu Mesra” mempercepat penemuan kasus, memperluas penanganan hingga keluarga pasien, sekaligus menekan rantai penularan TBC secara signifikan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.