2-4 DPD II Golkar Sulsel Terancam Berakhir, Jadwal Musda Misterius: ‘Penundaan Bisa Jadi Instrumen Kekuasaan’

oleh -2 Dilihat
oleh
2 4 dpd ii golkar sulsel terancam berakhir jadwal musda misterius penundaan bisa jadi instrumen kekuasaan

mediasulsel.id – Ketidakpastian jadwal Musda XI DPD I Golkar Sulsel memicu kegelisahan di internal partai, terutama DPD II yang masa kepengurusannya akan segera berakhir. Pengamat politik Muhammad Asratillah menilai penundaan musda bukan lagi sekadar soal teknis, tetapi dapat dimaknai sebagai strategi kekuasaan. ‘Semakin lama ketidakpastian, semakin besar risiko fragmentasi,’ kata Asratillah, Jumat, 15/05/2026.

Mediasulsel.id, Makassar, Jumat, 15/05/2026 — Jadwal pasti pelaksanaan Musda XI DPD I Golkar Sulsel hingga kini belum diumumkan secara resmi. Kondisi ini mulai membuat sejumlah pengurus DPD II kabupaten/kota gelisah, terutama karena masa kepengurusan beberapa di antaranya akan berakhir dalam waktu dekat. Peta dukungan internal pun ikut memanas, terlebih 21 DPD II dikabarkan sudah solid mendukung Munafri Arifuddin sebagai calon ketua.

Narasi Utama

Direktur Profetik Institute, Muhammad Asratillah, menilai kegelisahan di internal Golkar Sulsel sudah meluas. ‘Persoalannya bukan lagi sekadar kapan musda digelar, tetapi menyangkut legitimasi dan stabilitas organisasi,’ kata Asratillah, Jumat, 15/05/2026. Ia menjelaskan, jika masa kepengurusan beberapa DPD II berakhir sebelum musda terlaksana, maka akan muncul kekosongan struktural yang berpotensi memicu polemik baru.

Asratillah menambahkan, dalam struktur partai politik, DPD II memiliki posisi penting sebagai pemilik suara dalam musda. ‘Ketika masa jabatan mereka habis, maka muncul kemungkinan penunjukan Plt oleh tingkat provinsi atau pusat. Di titik inilah persoalan menjadi sensitif, karena perubahan struktur kepengurusan berpotensi mengubah peta dukungan politik menjelang pemilihan ketua Golkar Sulsel,’ ujarnya.

Menurut Asratillah, semakin lama musda ditunda, semakin besar ruang intervensi politik dari elite tertentu untuk mengatur ulang komposisi pemilik suara. ‘Dalam politik partai, waktu sering kali menjadi instrumen kekuasaan. Penundaan bukan lagi sekadar persoalan teknis, tetapi bisa dibaca sebagai bagian dari strategi politik,’ tambahnya. Ia menilai Munafri Arifuddin menjadi figur yang paling diuntungkan jika musda digelar lebih cepat, karena sejauh ini ia memiliki dukungan kuat dari mayoritas DPD II.

Namun di sisi lain, rivalitas masih terbuka lebar. ‘IAS dan Andi Ina memiliki kekuatan besar terutama dalam komunikasi dengan elite pusat dan pengalaman menjaga keseimbangan internal partai. Belum ada jaminan siapa yang benar-benar unggul,’ beber Asratillah. Ia menegaskan, Golkar Sulsel membutuhkan kepastian jadwal musda sesegera mungkin agar tidak terjadi ketegangan berkepanjangan. ‘Semakin lama ketidakpastian berlangsung, semakin besar risiko fragmentasi politik di tubuh Golkar,’ pungkasnya.

Kekhawatiran dan Dinamika Internal

Pernyataan dari Tana Toraja

Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batubara, menyatakan bahwa 21 DPD II Golkar kabupaten/kota termasuk Tana Toraja masih solid mengusung Munafri Arifuddin sebagai calon ketua. ‘Tetap solid 21 DPD II untuk Appi,’ kata Victor, Jumat, 15/05/2026. Ia berharap jadwal musda yang masih misterius dapat digelar paling tidak sebelum Lebaran Idul Adha. ‘Rencananya memang sebelum Idul Adha,’ ungkapnya.

Victor juga khawatir masa kepengurusan beberapa DPD II yang mendukung Appi berakhir sebelum musda dan diganti oleh pelaksana tugas yang belum tentu memiliki dukungan yang sama. ‘Kalau itu yang dilakukan, maka kejadian musda yang lalu akan terulang dan itu berarti beringin rindang di Sulsel semakin terpuruk,’ ucapnya. Ia memperkirakan ada dua sampai empat DPD II yang masa kepengurusannya akan segera berakhir, sementara kepengurusan DPD II Tana Toraja sendiri berakhir pada September mendatang.

Respons Panitia

Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI DPD I Golkar Sulsel, Lukman B Kady, saat dikonfirmasi belum bisa memberikan jawaban rinci mengenai berapa banyak DPD II yang bakal habis masa kepengurusannya dalam waktu dekat. ‘Saya cek dulu ya,’ singkat Lukman, Jumat, 15/05/2026. Informasi yang beredar menyebutkan DPD II Golkar Bantaeng akan berakhir pada Juni, sementara DPD II Makassar disebut telah berakhir pada 29 April lalu. Kedua DPD tersebut belum memberikan respons saat dikonfirmasi.

Situasi ketidakpastian ini menuntut kepastian jadwal musda sesegera mungkin agar tidak menimbulkan ketegangan berkepanjangan dan fragmentasi di tubuh Golkar Sulsel. Semakin lama penundaan, semakin besar peluang terjadinya pergeseran peta dukungan yang dapat mempengaruhi stabilitas partai jelang pemilihan ketua. Untuk informasi terkini mengenai perkembangan politik Golkar Sulsel, pembaca dapat mengikuti liputan selanjutnya di Mediasulsel.id.