mediasulsel.id – MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Makassar untuk mempelajari berbagai inovasi pelayanan publik, pengelolaan kebersihan, hingga strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rabu (22/7/2026).
Rombongan Pemkot Palu diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Ruang Sekda Balai Kota Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Zulkifly menjelaskan berbagai pengalaman Pemerintah Kota Makassar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif. Menurutnya, forum itu menjadi ajang berbagi praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan Makassar.
“Kami berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kebersihan, strategi peningkatan PAD, hingga berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar,” kata Andi Zulkifly.
Ia memaparkan, di tengah tantangan fiskal akibat penyesuaian transfer dana dari pemerintah pusat, Pemkot Makassar tetap mampu menjaga stabilitas keuangan daerah dan menjalankan berbagai program prioritas.
Sejumlah program yang dipaparkan kepada rombongan Pemkot Palu antara lain digitalisasi pelayanan publik melalui Makassar Super Apps (Lontara Plus), penguatan Universal Health Coverage (UHC), program Seragam Sekolah Gratis, percepatan pembangunan Stadion Untia, pengembangan investasi daerah, hingga inovasi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Selain itu, Pemkot Makassar juga terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui optimalisasi pendapatan daerah, digitalisasi layanan perpajakan, serta pengembangan inovasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Andi Zulkifly mengungkapkan, salah satu topik yang paling banyak dibahas dalam pertemuan tersebut adalah sistem pengelolaan kebersihan di tingkat kecamatan.
“Mereka banyak berdiskusi mengenai kewenangan pengelolaan kebersihan di tingkat kecamatan. Ternyata kondisinya hampir sama dengan Kota Palu, di mana camat memiliki peran dalam pengelolaan kebersihan, termasuk pengangkutan sampah,” ujarnya.
Selain itu, rombongan Pemkot Palu juga menggali strategi yang diterapkan Makassar dalam meningkatkan PAD, termasuk mekanisme pengawasan terhadap penerimaan pajak daerah.
“Mereka ingin mengetahui langkah-langkah yang kami lakukan dalam meningkatkan PAD, termasuk pembentukan tim pengawasan penerimaan pajak daerah agar potensi pendapatan bisa lebih optimal,” jelasnya.
Tak hanya bertukar pengalaman, kedua pemerintah daerah juga membahas peluang kerja sama di berbagai sektor. Pemkot Palu menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kolaborasi dengan Pemkot Makassar, termasuk dalam pengelolaan aset daerah dan pengembangan kawasan perkotaan.
“Kami menyambut baik rencana kerja sama tersebut karena kolaborasi antardaerah akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ucap Andi Zulkifly.
Ia menambahkan, Pemkot Palu juga meminta dukungan Pemerintah Kota Makassar terkait rencana pembangunan asrama bagi mahasiswa asal Palu yang menempuh pendidikan di Makassar.
“Ini menjadi bagian dari kolaborasi antarpemerintah daerah yang diharapkan bisa terus diperkuat ke depan,” pungkasnya.














