Makassar

Jelajah Sampah di Mamajang Kumpulkan 394 Kg Sampah, DLH Makassar Genjot Edukasi Pilah Sampah dari Rumah

4
×

Jelajah Sampah di Mamajang Kumpulkan 394 Kg Sampah, DLH Makassar Genjot Edukasi Pilah Sampah dari Rumah

Sebarkan artikel ini
WhatsAppImage2026 07 25at20.13.55

mediasulsel.id Makassar, Mediasulsel.id, Minggu, 26/07/2026 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar kembali menggelar program Jelajah Sampah 2026 di Kecamatan Mamajang, Sabtu (25/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 394,06 kilogram sampah berhasil dikumpulkan melalui aksi plogging yang melibatkan masyarakat dan relawan.

Program ini menjadi titik ketujuh dari rangkaian Jelajah Sampah yang akan menyasar 15 kecamatan di Kota Makassar. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Edukasi hingga Praktik Pengolahan Sampah

Kegiatan dibuka oleh Kepala DLH Kota Makassar bersama Camat Mamajang. Peserta mengikuti talkshow persampahan yang menghadirkan Dewan Lingkungan Akmal Idrus serta Pengelola TPS 3R Karebosi, Fajar Harianto.

Dalam sesi tersebut, masyarakat mendapat edukasi mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya dan mengoptimalkan peran TPS 3R untuk mengurangi timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Peserta juga mengikuti kelas praktik pengolahan sampah rumah tangga. Mereka diperkenalkan cara mengolah sampah organik menjadi kompos, maggot, dan eco-enzyme sehingga memiliki nilai guna sekaligus mengurangi volume sampah.

Setelah menerima materi, peserta bersama relawan melakukan aksi plogging di sejumlah titik di Kecamatan Mamajang. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya.

Hasilnya, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 394,06 kilogram. Rinciannya terdiri atas 30,72 kilogram sampah organik, 24,94 kilogram sampah anorganik, dan 338,40 kilogram sampah residu.

DLH: Perubahan Dimulai dari Rumah Tangga

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan Jelajah Sampah tidak sekadar mengajak masyarakat memungut sampah, tetapi juga membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

“Jelajah Sampah bukan hanya tentang memungut sampah, tetapi bagaimana mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Kami ingin masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah, melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang. Semakin banyak sampah yang selesai dikelola di tingkat rumah tangga, semakin sedikit beban yang masuk ke TPA,” ujarnya.

Menurut Helmy, dominasi sampah residu yang ditemukan menunjukkan edukasi terkait pengurangan dan pemilahan sampah masih perlu diperkuat.

Ia berharap setiap peserta Jelajah Sampah dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing agar semakin banyak warga menerapkan kebiasaan memilah sampah dari rumah.

“Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan di 15 kecamatan karena perubahan perilaku tidak bisa dibangun dalam satu kegiatan. Edukasi harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara langsung. Ketika kesadaran itu tumbuh di setiap rumah tangga, maka cita-cita Makassar sebagai kota yang bersih dan target Makassar Bebas Sampah 2029 akan semakin mudah diwujudkan,” kata Helmy.

Program Jelajah Sampah 2026 menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *