Makassar

Appi Sentil Pejabat yang Mau Kerja Kalau Ada Untungnya: Jangan Sibuk Urus yang Tak Prioritas

8
×

Appi Sentil Pejabat yang Mau Kerja Kalau Ada Untungnya: Jangan Sibuk Urus yang Tak Prioritas

Sebarkan artikel ini
8d43f9a3 ef83 4a35 b8d4 a2774dc37ec3 scaled 1
MAKASSAR,–Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kembali meninjau kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, di Kecamatan Manggala, Senin pagi (4/8/2026).

mediasulsel,id –  Makassar  – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melontarkan kritik keras kepada jajaran pejabat Pemerintah Kota Makassar saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Rabu (5/8/2026). Dalam arahannya, Appi menyoroti pola kerja sejumlah pejabat yang dinilai belum fokus menyelesaikan persoalan mendasar di TPA.

Di hadapan para pejabat, Appi menyindir masih adanya kebiasaan bekerja hanya ketika ada kepentingan atau keuntungan tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut membuat persoalan yang lebih mendesak justru berjalan lambat.

“Nggak ada keuntungan di sini, sampai nggak ada yang fokus. Kalau yang lain cepat, barang yang nggak dibutuhkan diadakan,” kata Appi.

Pernyataan itu disampaikan saat ia mengevaluasi progres pembenahan TPA yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar. Appi menegaskan seluruh perangkat daerah harus memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat penanganan persoalan agar TPA Makassar dapat keluar dari sanksi administrasi yang diterima.

Salah satu persoalan yang menjadi fokus pembenahan adalah pengelolaan air lindi. Menurut Appi, Pemkot Makassar mulai mengaktifkan sistem Ecotru untuk menetralisir air lindi melalui rangkaian kolam pengolahan yang telah dibangun sehingga tidak mencemari lingkungan.

“Hari ini mudah-mudahan kita sudah bisa aktivasi dengan menggunakan sistem Ecotru untuk menetralisir air lindi agar tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Meski demikian, Appi menilai pembenahan TPA tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi dan infrastruktur. Ia meminta seluruh petugas dan pejabat yang bertanggung jawab membangun sistem kerja yang lebih disiplin dan profesional.

“Namanya TPA bukan berarti harus kotor. Harus dibersihkan, dirawat, dan ada orang yang bertanggung jawab di setiap wilayah kerjanya,” tegasnya.

Menurut Appi, TPA bukan sekadar tempat membuang sampah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang harus berjalan dari hulu hingga hilir. Mulai dari pencatatan kendaraan pengangkut sampah, pengawasan area pembuangan, pengelolaan air lindi, hingga memperhatikan dampak sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan TPA.

Karena itu, ia menilai pengelolaan TPA membutuhkan aparatur yang mampu membangun manajemen dan strategi, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.

“Di TPA ini dibutuhkan orang yang pintar membangun manajemen, punya strategi untuk melihat bagaimana kondisi ini berjalan dengan baik,” katanya.

Menutup arahannya, Appi mengingatkan bahwa persoalan TPA tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga berdampak pada lingkungan dan masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar bekerja dengan orientasi pelayanan publik, bukan karena ada atau tidaknya keuntungan.

“Ini bukan cuma soal TPA, tapi dampak sosial yang ditimbulkan sangat besar. Maka dari itu pemerintah harus benar-benar konsen terhadap apa yang ada di TPA ini,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *