Makassar

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Lebih Singkat, Puncaknya Desember!

0
×

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Lebih Singkat, Puncaknya Desember!

Sebarkan artikel ini
e4a0efbd 85de 489b 8840 028643810217

MAKASSAR, MEDIASULSEL.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 di Indonesia akan mencapai puncaknya pada Desember 2026 di sejumlah wilayah.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya, terutama di wilayah rawan bencana.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, musim hujan 2026/2027 diperkirakan datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi ini dipengaruhi fenomena El Niño sangat kuat yang terjadi bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD), sehingga memperpanjang periode kekeringan di sejumlah daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan kombinasi kedua fenomena iklim tersebut berpotensi membuat musim hujan datang terlambat dengan durasi yang lebih pendek.

Sebanyak 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah daratan Indonesia diprediksi mengalami keterlambatan awal musim hujan.

Hujan Baru Datang November-Desember 2026

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan awal musim hujan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia.

Sebanyak 185 zona musim diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Sementara itu, 266 zona musim lainnya diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

Wilayah yang diperkirakan mulai mengalami musim hujan pada November meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Memasuki Desember, musim hujan diprediksi mulai berlangsung di sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi.

BMKG memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027, bergantung pada kondisi iklim masing-masing wilayah.

Musim Hujan Singkat, Ancaman Banjir dan Longsor Mengintai

Meski berlangsung lebih singkat, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap musim hujan kali ini akan minim risiko bencana.

Sebanyak 482 zona musim atau sekitar 51,90 persen wilayah daratan Indonesia diperkirakan mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek dari kondisi normal.

Sementara itu, sekitar 18,55 persen wilayah daratan Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di atas normal.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena peningkatan curah hujan dapat terjadi dalam waktu relatif singkat dan memicu banjir hingga tanah longsor.

BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menghadapi perubahan pola musim tersebut.

Bagaimana dengan Sulawesi Selatan?

Untuk wilayah Sulawesi Selatan, BMKG memperkirakan sebagian daerah mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026.

Namun, waktu datangnya hujan dan puncak musim hujan tidak seragam di seluruh wilayah Sulsel.

Sebagian wilayah Sulawesi diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027, sedangkan sebagian wilayah Sulawesi Selatan diprediksi mengalami puncaknya pada Februari 2027.

Dengan demikian, prediksi puncak musim hujan pada Desember 2026 tidak berlaku secara merata untuk seluruh Indonesia.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor, diimbau terus memantau perkembangan prakiraan cuaca serta informasi peringatan dini dari BMKG.

BMKG Ingatkan Petani Sesuaikan Jadwal Tanam

Perubahan pola musim hujan juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air.

BMKG mengimbau para petani menyesuaikan jadwal tanam dengan perkembangan musim serta mempertimbangkan penggunaan varietas tanaman berumur pendek.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat pengelolaan sumber daya air, termasuk memaksimalkan penampungan air hujan dan memperbaiki sistem drainase.

Langkah antisipasi tersebut diperlukan untuk menghadapi dua kondisi berbeda, yakni kekeringan akibat keterlambatan musim hujan dan potensi bencana ketika intensitas hujan meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *