Makassar

Appi Benahi TPA Tamangapa, Sampah Organik Disulap Jadi Pakan Sapi

1
×

Appi Benahi TPA Tamangapa, Sampah Organik Disulap Jadi Pakan Sapi

Sebarkan artikel ini
87c340d7 bfc9 42a0 a066 6a7773318d3d 800x450 20kb
Pemkot Makassar Siapkan Kandang Sapi di TPA Tamangapa, Sampah Organik Pasar Jadi Pakan/IST

mediasulsel.id – MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus membenahi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa di Antang, Kecamatan Manggala. Kawasan yang selama ini identik dengan gunungan sampah perlahan mulai ditata.

Timbunan sampah mulai ditutup dan dikelola lebih teratur. Bau menyengat yang sebelumnya cukup terasa di kawasan tersebut juga disebut mulai berkurang.

Tak hanya persoalan sampah, Pemkot Makassar juga mulai menata keberadaan ratusan sapi yang selama ini berkeliaran di sekitar TPA.

Sejumlah sapi kini diarahkan masuk ke area penangkaran sementara atau ranch yang disiapkan pemerintah.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengatakan ranch dibutuhkan agar sapi tidak lagi mengonsumsi sampah campuran di area TPA.

“Makanya kita siapkan lokasi seperti kandang. Sampah organiknya hasil pemilahan sampah dari rumah warga dan pasar bisa menjadi pakan sapi,” kata Appi, Kamis (17/9/2026).

Menurut Appi, pola tersebut memungkinkan pakan ternak lebih terkontrol.

Sampah organik dari rumah warga maupun pasar nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan setelah melalui proses pemilahan.

Penataan sapi ini menjadi bagian dari pembenahan kawasan TPA secara menyeluruh.

Pemkot ingin memastikan ternak tidak lagi berkeliaran bebas di antara timbunan sampah.

Appi menyebut kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi lokasi transaksi ternak.

Apalagi, lokasi TPA berada tidak jauh dari Rumah Potong Hewan (RPH).

“Di sini TPA dekat rumah potong hewan. Ini nanti bisa dijadikan ruang transaksi. Kalau mau beli sapi, transaksinya bisa di sini. Tinggal dilihat mana yang cocok,” ujarnya.

Menurut Appi, pemusatan ternak juga akan memudahkan penghitungan kebutuhan pakan dan pemeliharaan.

Ia meminta PD Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup menghitung secara detail kebutuhan pakan setiap hari.

“Dihitung benar-benar berapa pakan, berapa yang harus disiapkan. Harus memastikan kebutuhan pakannya tercukupi ternak sapi setiap hari,” katanya.

Area makan sapi juga direncanakan menggunakan permukaan paving agar lebih mudah dibersihkan.

“Kalau kandangnya di sini, kita bisa pastikan kebutuhannya, termasuk pakannya, tercukupi. Nanti beberapa area makannya di-paving, supaya gampang dibersihkan,” jelas Appi.

Di sisi lain, Pemkot Makassar terus mendorong perubahan sistem pengelolaan TPA menuju pola yang lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill.

Pembenahan dilakukan pada timbunan sampah, pengelolaan air lindi hingga gas metana yang muncul dari proses pembusukan sampah.

Pengolahan air lindi diperkuat melalui teknologi EcoTru serta rencana penambahan unit pengolahan.

Saluran air lindi juga ditata untuk mengurangi risiko luapan ke kawasan permukiman di sekitar TPA.

Sementara di area timbunan sampah, sejumlah pipa telah dipasang untuk membantu mengelola gas metana.

Appi mengatakan perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas TPA.

“Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi harus kita amankan,” ujarnya.

Namun, menurut Appi, pembenahan TPA tidak cukup hanya dilakukan di lokasi pembuangan akhir.

Pengurangan sampah juga harus dimulai dari rumah tangga.

Masyarakat didorong memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

“Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata,” tutup Appi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *